Penang, Gontornews – Ketua Yayasan Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an Cipondoh, Tangerang, Banten, Ahmad Jameel MA mendukung kerjasama antara Forum Pesantren Alumni (FPA) Gontor dengan HPA Industries Malaysia.
“Ini kabar gembira buat kita,” ujarnya kepada Gontornews.com di sela-sela kunjungan empat hari Forum Pesantren Alumni (FPA) Gontor ke Malaysia, 9-12 April 2018.
Ikut serta dalam kunjungan itu pengurus Forum Bisnis (Forbis) Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor, Yayasan Pemeliharaan dan Perluasan Pondok Modern (YPPPM) Gontor, dan Majalah Gontor.
Ditemui di Bandara Penang, Malaysia, Kamis (12/4), Kiai Ahmad Jameel mengatakan, HPA Industries Malaysia sudah memproduksi sendiri makanan, obat-obatan, dan produk-produk halal lainnya.
“Ini sudah riil, tidak hanya beropini. Beliau sudah melakukan itu. Beliau mengatakan, ‘pesantren buat sabun sendiri, nanti kami bantu’,” paparnya.
Bahkan tidak hanya sabun, pondok pesantren mau buat produk apa saja, HPA akan membantu. “Ini semua untuk kemandirian pesantren.”
Menurut Kiai Jameel, pondok pesantren mestinya bisa mandiri memenuhi semua kebutuhannya, khususnya kebutuhan untuk santri. “Kita bisa swasembada ayam dan daging,” ujar alumnus Pondok Modern Gontor itu.
Seperti diberitakan Gontornews.com, Forum Pesantren Alumni (FPA) Gontor menjalin kerjasama dengan HPA Industries Malaysia dalam Program One Pesantren One Product.
Menurut Ketua FPA Dr KH Zulkifli Muhadli, kerjasama FPA dengan HPA mencakup empat hal. Pertama, mewujudkan One Pesantren One Product, dan ini dimulai dari transfer teknologi, baik di bidang teknologi pertanian, teknologi industri, teknologi pengolahan dan lainnya.
Kedua, mendirikan klinik pengobatan cara nabi atau klinik Tibbun Nabawi di setiap pesantren anggota FPA.
Ketiga, mendistribusikan produk-produk halal buatan pesantren itu agar bisa sampai ke umat.
“Melalui kerjasama ini, kita akan mewujudkan satu pesantren satu halal mart. Kita menjamin semua barang yang tersedia di dalamnya itu halal,” ujar Kiai Zulkifli.
Keempat, melalui kerjasama ini diharapkan akan ada trasfer atau alih teknologi dari HPA kepada pesantren-pesantren di Indonesia, khususnya anggota FPA. [Rusdiono Mukri]





















