Hat Yai, Gontornews – Forum Pesantren Alumni (FPA) Gontor akan memberikan beasiswa untuk 100 santri, pelajar dan mahasiswa Muslim asal Thailand. Hal itu dikatakan Ketua Umum FPA Dr KH Zulkifli Muhadli saat berkunjung ke lembaga pendidikan Islam Thayaiwittaya School, Hat Yai, Songkhla, Thailand, Rabu (11/4).
“Silakan para pelajar dan mahasiswa dari Thailand untuk belajar di pondok pesantren dan perguruan tinggi milik pesantren anggota FPA dengan beasiswa penuh,” ujar Dr KH Zulkifli Muhadli.
Menurut Kiai Zulkifli, para pelajar Thailand bebas menentukan tempat belajarnya. “Silakan mau ke Pesantren Daarunnajah Jakarta, Cordova di NTB, pondok tahfidz, maupun pondok pesantren lain anggota FPA,” paparnya.
Beasiswa ini, lanjut Zulkifli, disediakan bagi pelajar di semua jenjang pendidikan maupun mahasiswa Muslim asal Thailand. “Kalau ada yang mau mengambil program tahfidz, silakan.”
Tawaran ini disambut baik oleh Pimpinan Thayaiwittaya School Songkhla, Muhamad bin Abdul Muthalib.
Saat ini Thayaiwittaya School Songkhla mengelola pendidikan jenjang SD, SMP dan SMA. Jumlah siswa atau santrinya berjumlah sekitar 1000 orang. Mereka dibimbing oleh 50 guru. Mulai tahun ini Thayaiwittaya School memiliki asrama untuk para santri.
Dipimpin Ketua Umumnya, Dr KH Zulkifli Muhadli, sejumlah pengurus FPA melakukan kunjungan ke sejumlah tempat di Malaysia atas undangan HPA International Industries Malaysia, 9-12 April 2018. Rombongan FPA antara lain mengunjungi kantor marketing HPA di Shah Alam Selangor dan pengilangan atau pabrik HPA di Perlis.
Rombongan FPA antara lain: Pimpinan Pondok Pesantren Daarunnajah Jakarta Dr KH Sofwan Manaf, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlash Kuningan Dr KH M Tata Taufik, Pimpinan Pondok Pesantren Daarel Azhar Rangkasbitung Dr KH Ikhwan Hadiyyin, Pimpinan Ponpes Mawaridussalam Medan KH Syahid Marqum, Ketua Yayasan Ponpes Daarul Qur’an Tangerang KH Ahmad Jameel MA, dan Ketua Yayasan Pesantren Al Aziz Boarding School Cisarua Bandung Barat Dr Mustafa Yamin.
Selain itu sejumlah pengurus Forum Bisnis (Forbis) Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor, pengurus Yayasan Pemeliharaan dan Perluasan Pondok Modern (YPPPM) Gontor, dan staf Majalah Gontor ikut serta dalam kunjungan empat hari itu. [Rusdiono Mukri]






















