Bekasi, Gontornews — Setidaknya 490 murid Madrasah Tsanawiyah Attaqwa 03 Babelan, Kabupaten Bekasi, Rabu (01/03/2023), mengikuti pelatihan literasi ‘Melek Digital’ yang diselenggarakan oleh Yayasan Fatihunnur bekerjasama dengan Asean Foundation bertajuk “Asean Digital Literacy Programme’.
Kepala MTs Attaqwa 03 Babelan, H Irfan Sidiq, menilai kegiatan ini sangat penting, terutama, bagi mereka yang bersekolah di madrasah. Pemahaman mengenai literasi digital, teknologi maupun digitalisasi di tengah masyarakat merupakan salah satu bekal penting bagi para murid madrasah.
“Bisa memiliki wawasan pengembangan digital oleh masyarakat walaupun mereka bersekolah di madrasah, tetapi tidak tidak ketinggalan tentang hal terkait teknologi dan digitalisasi,” kata Irfan Sidiq sebagaimana dilansir Pos Kota.
“Ada persepsi dari orang tua terkait digitalisasi, persepsi negatif, efek dan dampak internet, hingga media sosial. Terkadang, orang tua menganggap digitalisasi itu selalu terkait dengan game online atau bermedia sosial,” sambungnya.
Meski bukan alat ajar utama, gadget, sambung alumnus Gontor 1994 tersebut, masih dipergunakan sebagai alat ajar pada momen-momen tertentu.
Dalam draft pelatihan literasi digital, yang diterima Gontornews, peserta mendapatkan akun SAC (SAP Analytic Cloud) selama periode pelatihan; sertifikat keikutsertaan pelatihan dari ASEAN Foundation, Sertifikat pelatihan dari Sakubi Academy dan sertifikat kelulusan dari Sakubi Academy.
“Pelatihan ini bertujuan memberikan kompetensi terkait Data Science melalui implementasi SAP Analytics Cloud,” tutup buku panduan berjudul ASEAN DSE For Underserved Youth.
Sebagai informasi, Data Science merupakan salah salah satu kemampuan yang dibutuhkan untuk mengekstrak, memproses dan menganalisis data. Dengan pengolahan data ini, sebuah perusahaan dapat membuat keputusan yang lebih baik. [Mohamad Deny Irawan]





















