Depok, Gontornews – Gerakan Ayo Peduli Sesama (GAPS) menggelar kegiatan Leadership Camp bagi Laskar Langit Primago Tahun 2025. Kegiatan ini diselenggarakan pada 31 Agustus sampai 3 September 2025 di Depok. Sebanyak 18 orang menghadiri pembukaan kegiatan ini.
Laskar Langit Leadership Camp 2025 adalah kegiatan pembinaan dan pendampingan santri/santriwati yang saat ini sedang belajar di Pondok Modern Darussalam Gontor dan Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago penerima beasiswa Primago, baik yatim, yatim piatu maupun dhuafa.
Laskar Langit Leadership Camp merupakan program tahunan yang rutin diselenggarakan oleh Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago. Pada tahun ini, kegiatan berlangsung selama tiga hari dua malam dengan beragam agenda yang dirancang untuk menempa karakter kepemimpinan, kepekaan sosial, serta kecintaan kepada ilmu dan agama.
Peserta kegiatan ini mengikuti berbagai sesi mulai dari pelatihan kepemimpinan, outbound, refleksi spiritual, hingga sesi motivasi dari para pembicara inspiratif. Semua ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan yang kuat, rendah hati, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Pimpinan Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Dr Awaluddin Faj MPd dalam sambutannya menyebutkan bahwa kehadiran peserta di camp ini bukanlah sebuah kebetulan. “Pertemuan ini bukan kebetulan, tapi kita berada di sini karena Allah SWT,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kepemimpinan merupakan sebuah proses panjang, bukan sesuatu yang hadir secara tiba-tiba. “Setiap masa ada tokohnya dan setiap tokoh ada masanya. Menjadi pemimpin itu bukan tiba-tiba, tapi dibentuk. Ketika kita diberi tanggung jawab sebagai ketua kamar atau ketua kelas tanpa kita sadari itu membentuk pola pikir kepemimpinan,” jelasnya.
Dr Awaluddin juga mengingatkan peserta bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan emas untuk sama-sama belajar memahami bagaimana menjadi seorang pemimpin yang amanah.
Ia menutup sambutannya dengan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta dan doa agar hati mereka selalu terikat dengan Primago. “Doakan pesantren ini bisa lebih berkembang, lebih besar, dan memberikan manfaat yang lebih luas,” pungkasnya.
Sementara itu Pembina Gerakan Ayo Peduli Sesama (GAPS) Ustadz Nurjulizar SEI menyampaikan dalam sambutannya, agar peserta merenungkan perjalanan hidup para tokoh besar dunia, termasuk Rasulullah SAW.
“Banyak pemimpin besar dalam sejarah dunia yang masa kecilnya ditinggalkan oleh ayahnya, salah satunya Rasulullah SAW. Pasti ada rasa sedih ketika kehilangan, tetapi jangan sampai itu menjadi alasan untuk gagal,” ujarnya.
Menurutnya, Allah Mahaadil. Kehilangan seorang ayah mungkin terasa berat, namun Allah menggantinya dengan limpahan kasih sayang dari banyak orang. “Yang diambil satu, tapi yang menyayangi bisa satu dunia. Itu bukti keadilan Allah,” tambahnya.
Lebih jauh, Ustadz Nurjulizar menegaskan bahwa Laskar Langit Leadership Camp 2025 bukan sekadar program pelatihan, melainkan bentuk recharge semangat, mental, dan mindset para peserta.
“Kegiatan ini merupakan program pendampingan untuk memperbarui semangat. Anak-anak di sini pilihan dan yang memilih Allah. Maka maksimalkan kesempatan yang berharga ini,” tegasnya.
Ia juga berpesan agar setiap amanah yang diterima harus dijalankan dengan baik dan penuh kesungguhan. “Manfaatkan tiga hari dua malam ini dengan baik. Harus maksimal, jangan setengah-setengah,” tutupnya dengan penuh motivasi.
Jika Anda ingin menjadi bagian dari gerakan besar ini, mendukung santri dan generasi muda agar terus memiliki ruang belajar dan berkembang, Anda bisa ikut berkontribusi. Hubungi WhatsApp 0813-1506-4080 atau kunjungi website resmi ayopedulisesama.com untuk mengetahui lebih banyak program sosial dan pendidikan yang bisa Anda dukung. []





















