Cianjur, Gontornews — Pondok Pesantren Al Mujtama Al Islami 4 Cianjur mengadakan agenda tahunan Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy. Kegiatan yang digelar pada Ahad (31/8/2025) itu diikuti seluruh civitas pesantren, tokoh masyarakat, dan ulama.
Acara diawali dengan nasihat Pengasuh Pesantren Al Mujtama Al Islami 4 Cianjur, Ustadz Olief Zaki Janitra SE. Dalam amanatnya dia menjelaskan bahwa santri dididik selama 24 jam di lingkungan pesantren dengan Al-Qur’an dan Hadis sebagai pedoman berkehidupan. “Santri merupakan tolok ukur kekuatan sumberdaya manusia bangsa,” paparnya.
Turut hadir dan memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut, Pimpinan Pusat Pondok Pesantren Al Mujtama Al Islami Prof Dr KH Bukhori Abdul Shomad MA MPd. Dalam sambutannya, pria yang kerap disapa Ubas itu menegaskan bahwa santri merupakan benteng terakhir bangsa. “Sudah menjadi sejarah bahwa benteng terakhir kedaulatan bangsa ada di diri santri,” ujarnya.
Kiai Ubas mengingatkan kembali tentang sejarah Resolusi Jihad yang digaungkan KH Hasyim Asy’ari. Ia menegaskan bahwa santri jangan mudah dipengaruhi. “Justru kaum santri harus bisa mempengaruhi masyarakat,” katanya.
Acara Pekan Perkenalan dilanjutkan dengan Pentas Seni Santri Echoes of Expression Jilid 1. Kegiatan pentas seni ini juga sebagai penanda bahwa Al Mujtama Al Islami 4 Cianjur telah mencapai usia 5 tahun. Acara diakhiri dengan ramah tamah dan perfotoan dengan seluruh tamu. []






















