Daegu, Gontornews — Setidaknya satu orang tewas dan dua lainnya luka-luka setelah sebuah pabrik pemurnian air di Daegu, Korea Selatan, melaporkan kebocoran gas beracun. Kepolisian Daegu melaporkan bahwa insiden kebocoran gas beracun itu terjadi pada pukul 10 pagi waktu setempat.
Pihak kepolisian menuturkan bahwa insiden kebocoran gas beracun itu terjadi setelah satu dari dua pekerja pembersih ambruk setelah bertuas membersihkan tangki penyimpanan air. Tidak lama setelah kejadian, rekan pekerja berusia 60 tahun tersebut membawa korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Tetapi, pekerja tersebut dinyatakan meninggal dunia keracunan hidrogen sianida, gas atau cairan yang sangat beracun dan tidak berwarna.
Kantor berita Korea Selatan, Yonhap, melaporkan satu korban keracunan lain berhasil melarikan diri dari tangki penyimpanan air setelah rekan kerjanya pingsan. Kepada pihak kepolisian, ia mencium bau gas hidrogen sianida dalam perjalanan mereka ke lantai bawah tanah tangki penyimpanan air.
Petugas pemadam kebakaran yang menangani insiden ini mengaku ada sekitar 47 ppm gas hidrogen sianida dalam tangki penyimpanan air. Kandungan gas hidrogen sianida tersebut terbilang tinggi meski dosis mematikan dari gas berbahaya itu berada di angka 50 ppm.
Pejabat setempat melaporkan bahwa pihak perusahaan telah memberikan ventilasi pada tangki penyimpanan air sebelum mulai pembersihan. Namun, tidak diketahui, apakah mereka telah mengukur kadar gas hidrogen sianida di lokasi tersebut. [Mohamad Deny Irawan]






















