Ponorogo, Gontornews — Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) baru saja mengumumkan kelulusan calon pelajar (Capel) putra Kulliyyatu-l-Mu’allimin al-Islamiyah (KMI) pada Rabu (16/4/2025) pagi pukul 07.00 WIB di PMDG Kampus 2, Siman, Ponorogo. Acara tersebut dihadiri Pimpinan Pondok, Direktur KMI, serta para asatidz KMI.
Dalam sambutannya, Direktur KMI PMDG Al-Ustadz KH Masyhudi Subari, MA menyatakan, yudisium Capel Gontor kali ini diikuti seluruh Capel di semua kampus putra PMDG serentak secara daring (online) melalui zoom. Adapun Capel Gontor yang berdomisili di Malaysia dan Thailand mengikuti yudisium tersebut melalui zoom di lokasi Pengurus Cabang Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) setempat.
Panitia Ujian Masuk (Panjimas) menjelaskan, jumlah Capel pada Syawwal tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya. Hal tersebut menandakan masih tingginya animo masyarakat memilih pesantren sebagai lembaga pendidikan bagi putra mereka, sekaligus sebagai tanda masih banyaknya masyarakat yang mementingkan pendidikan agama, akhlak, dan mental.
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Prof Dr KH Amal Fathullah Zarkasyi, MA dalam kesempatan yudisium tersebut memberikan arahan dan motivasi kepada para Capel bahwa Gontor mendidik para santri sebagai calon ulama untuk memimpin umat di masa depan. “Umat ini akan tercerahkan oleh alumni-alumni kita (PMDG),” demikian ditegaskan KH Amal Fathullah Zarkasyi.
Adapun Pimpinan Gontor lainnya, KH Hasan Abdullah Sahal, menasihati para Capel bahwa sosok santri tidak boleh berkecil hati. “Dipuji tidak sombong, dihina tidak kecil hati,” ujar Kiai Hasan.
Lebih lanjut Kiai Hasan berpesan bahwa sekarang orangtua para Capel seakan sedang mengantarkan anak-anaknya menuju surga. Kelak setelah dewasa, giliran anak-anaknyalah yang akan mengantarkan para orangtua ke surga.
Semoga para Capel yang telah lulus dapat mengikuti seluruh kegiatan pendidikan dan pengajaran di PMDG dengan baik nan lancar. Sehingga, mereka bisa menjadi kader-kader umat yang menegakkan nilai-nilai keislaman dan kepondokmodernan. Sehingga kelak mereka dapat menjadi mundzirul qaum dan munqidzul ummah (pengingat dan penyelamat umat). []





















