Ngawi, Gontornews — Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 3 Karangbanyu Widodaren Ngawi menjadi tuan rumah Haflatul Tilawatil Qur’an (HTQ) dan Haflatul Hifdzil Qur’an (HHQ) tingkat nasional. Acara yang berlangsung pada 20-25 September 2025 tersebut diikuti sedikitnya 117 santriwati yang berasal dari 17 pondok pesantren putri se-Indonesia.
Beberapa pesantren yang mengambil bagian dalam kompetisi HTQ tingkat nasional antar pesantren putri tersebut di antaranya: Pesantren Darunnajah Ulujami Jakarta, Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor, Pesantren Ar-Rahman Ngawi, Pesantren Al-Barokah Nganjuk, Al-Furqon Tulis Kudus, Daru Hasbi Jakarta, Darussalam Rajapolah Tasikmalaya, Pesantren Walisongo Ngabar hingga Pesantren Riyadul Ulum Wadda’wah Condong Tasikmalaya.
Pimpinan PMDG, KH Akrim Mariyat, berpesan tentang pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pijakan dan dasar dari segala hal. Tanpa Al-Qur’an, sambungnya, sebuah negara akan mundur. “Orang akan mundur, negara akan mundur apabila meninggalkan Al-Qur’an,” ungkap Kiai Akrim saat membuka HTQ dan HHQ Nasional antar pesantren putri se-Indonesia, Sabtu (20/9/2025).
“Kita mengambil Al-Qur’an sebagai dasar kemajuan itu, maju dalam keilmuan, maju dalam segala bidang, maju dalam kebudayaan, maju dalam ilmu pengetahuan, maju dalam akhlak dan lain sebagainya,” sambungnya dalam rilis yang diterima Gontornews.com.
Kiai Akrim menambahkan, momentum HTQ & HHQ perlu dijadikan sebagai waktu yang tepat untuk terus mempelajari Al-Qur’an, baik dari segi tilawahnya maupun hafalannya. “Supaya kita menyadari, menghayati tentang isi Al-Qur’an. Mengamalkan semua perintah dan menjauhi segala yang dilarang dalam Al-Qur’an,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Panitia 100 Tahun Gontor divisi Gontor Putri, Dr Asif Trisnani, menegaskan bahwa kegiatan HTQ & HHQ nasional antarpesantren merupakan bagian dari rentetan acara menyambut 100 tahun Gontor.

“In syaa Allah syiar kita selain bagian dari 100 tahun Gontor adalah kita berupaya untuk membumikan Al-Qur’an dan juga melangitkan manusia,” jelasnya.
Kategori yang dilombakan di antaranya Hifdzil Qur’an Majlis 5 juz, 10 juz, 15 juz, mujawwadah, murattalah, syarhul Qur’an, Tadabbur Al-Qur’an, Hadrah dan Qishashul Qur’an. “Setiap cabang bertujuan untuk melatih tilawah, pemahaman, hafalan dan ekspresi qur’ani santriwati sekaligus mempererat ukhuwwah antar pesantren putri se-Indonesia,” tutup keterangan Sekretaris Wakil Pengasuh Gontor Putri 3 Karangbanyu Widodaren Ngawi. [Mohamad Deny Irawan]






















