Lausanne, Gontornews — Badan anti doping dunia, (World Anti-Doping Agency/WADA) melarang seluruh atlet Rusia untuk berpartisipasi dalam segala even internasional untuk empat tahun mendatang. Artinya, Rusia akan melewatkan Olimipade Tokyo 2020 dan Piala Dunia 2022 di Qatar.
“Komite eksekutif WADA dengan suara bualat mendukung hukuman pelarangan Rusia (untuk bepartisipasi dalam segala even internasional) untuk empat tahun mendatang karena tidak patuh terhadap aturan Badan Anti-doping,” ungkap pernyataan resmi Komite eksekutif WADA di Lausanne, Swis, Senin (9/12).
WADA mencurigai konspirasi sistematis sejumlah atlet Rusia yang kedapatan menggunakan steroid.
“Setiap atlet Rusia yang dites positif akan dihukum; pun demikian hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa atlet Rusia yang tidak bersalah dapat dibebaskan dari segala bentuk kecurigaan,” kata WADA.
Tidak hanya berpartisipasi, Rusia juga dilarang bertindak sebagai tuan rumah segala bentuk even olahraga berskala internasional selama periode pencekalan berlangsung.
“Rusia mungkin tidak dapat mengajukan penawaran sebagai tuan rumah Olimpiade 2032 dan Paralimipade, terlepas dari apakah penawaran terjadi selama atau setelah periode pencekalan empat tahun berlangsung,” tambah WADA.
Secara lebih tegas, WADA juga memastikan bahwa bendera Rusia tidak akan berkibar dalam even internasional manapun.
“WADA sekarang memiliki nama semua atlet ang mencurigakan dalam database LIMS dan berkat investigasi forensik, ini termasuk atlet yang datanya dimanipulasi atau bahkan dihapus, termasuk data 145 atlet yang menjadi sasaran WADA serta atlet paling mencurigakan,” tutur WADA.
Pada November 2015, Asosiasi Federasi Atleteik International (International Associaton of Athletics Federation/IAAF) juga melarang Rusia untuk mengikuti olahraga atlektik setelah Pemerintah Rusia membantu para atlet menggunakan doping. [Mohamad Deny Irawan]





















