Kingstown, Gontornews — Setelah Perdana Menteri Saint Vincent mengevakuasi warga, gunung api aktif Le Soufriere meletus, Senin (13/4/2021), dini hari. Akibat letusan tersebut, sejumlah material vulkanik gunung api di perairan Karibia tersebut bertebaran hingga merobohkan sejumlah sisi fisik gunung berapi. Letusan Gunung La Soufriere tersebut juga menggelapkan langit Saint Vincent dan sejumlah wilayah sekitar.
Sejak beberapa dekade mati, gunung api Le Soufriere kembali aktif pada Jumat (9/4/2021). Letusan tersebut memompa abu gelap di ketinggian 10 km ke udara.
Sejauh ini, pemerintah Saint Vincent belum melaporkan jatuhnya korban jiwa akibat musibah tersebut. Namun, otoritas terkait telah melarang kunjungan masyarakat sekitar sepertiga luas pulau. Pemerintah juga memutus aliran listrik serta pasokan air ke lokasi tersebut.
Beberapa warga Saint Vincent bahkan terpaksa mengurungkan niatnya untuk pergi ke luar ruangan. Mereka menyebut abu yang turun akibat letusan gunung mengganggu pernapasan. Tidak hanya itu, tebalnya abu juga membuat sejumlah jalan utama ditutupi sedimen tebal seperti lumpur. Jika tidak segera dibersihkan dan terkena air hujan, maka sedimen abu tersebut akan mengeras sehingga menyulitkan para pejalan kaki hingga pengemudi.
โKami mengalami banyak hujan abu dan kadang-kadang sulit bernapas,โ kata Aria Scott, warga Kingston, ibukota Saint Vincent and Grenadines, kepada Reuters.
โSaya tidak akan keluar karena saya tidak ingin mengambil risiko,โ imbuh Scott.
Direktur Pusat Penelitian Seismik Univesitas Hindia Barat, Erouscilla Joseph, memperingatkan bahw letusan gunung api Le Soufriere juga menyebabkan semburan lumpur saat abu tersapu ke arah sungai.
โKami memperkirakan lebih banyak letusan susulan yang mungkin terjadi dalam beberapa hari hingga beberapa pekan mendatang,โ jelasnya.
Badan manajemen darurat bencana Karibia mengatakan ada sekitar 16.000 โ 20.000 warga mengungsi akibat bencana letusan gunung api Le Soufriere. Sementara 3.600 orang lain tidak berada di tempat penampungan dan tinggal di rumah kerabat serta teman. [Mohamad Deny Irawan]





















