Jakarta, Gontornews — Sejumlah praktisi pendidikan, termasuk dosen Institut Daarul Qur’an (IDAQU) Jakarta hadir dalam kegiatan Workshop Tri Dharma 2026 yang diselenggarakan oleh Sakinah Finance di Sofyan Hotel Cut Meutia. Acara yang digelar pada Sabtu-Ahad, 16-17 Mei 2026, itu menjadi ruang pembelajaran dan penguatan jejaring antarinstitusi dalam menghadapi tantangan sosial di era digital.
Kepada Gontornews.com Ustadzah Rina Susanti Abidin Bahren MA, peserta sekaligus Dosen Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IDAQU Jakarta mengungkapkan bahwa kegiatan pada hari pertama sangat edukatif karena semua peserta terlibat dalam penyusunan buku ajar berjudul, Cerdas Finansial melalui Literasi Keuangan Syariah di Sekolah. “Saya mendapatkan bagian book chapter ke 4 dengan judul Peran Guru dalam Menanamkan Nilai Keuangan Syariah,” terangnya.
Ustadzah Rina yang juga merupakan Wakil Rektor III IDAQU itu lantas menambahkan bahwa kegiatan pada hari kedua yaitu terkait ToT tentang Pengabdian kepada Masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Saya pun diberi kesempatan untuk dapat merancang konsep PKM yang edukatif, evaluatif, bermanfaat, dan berdampak jangka panjang,” ulasnya.
Kelompoknya, sambung alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 2004 itu, mempresentasikan terkait program PKM Da’i Tani di daerah Garut, yang memiliki komoditi Pertanian Jagung.
Kegiatan Workshop Tri Dharma 2026 ini menunjukkan perhatian perguruan tinggi terhadap pengembangan pengabdian masyarakat yang inovatif. Dengan demikian, perguruan tinggi diharapkan mampu menghadirkan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.
Salah satu pembahasan utama dalam kegiatan ini yaitu pentingnya transformasi digital dalam pengabdian masyarakat. Pemanfaatan dashboard monitoring, data analytics, hingga sistem evaluasi berbasis digital dinilai mampu meningkatkan efektivitas program.
Selain itu, digitalisasi memungkinkan program pengabdian menjadi lebih mudah dipantau dan dikembangkan. Dengan demikian, dampak sosial yang dihasilkan dapat diukur secara lebih akurat.
Kegiatan workshop juga diisi dengan sesi kelompok yang membahas berbagai ide program berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat.
Kehadiran dosen IDAQU dalam acara tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pengabdian masyarakat yang lebih adaptif dan berdampak luas. Workshop ini menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus memperkuat kolaborasi dalam membangun model pengabdian masyarakat yang lebih adaptif, terukur, dan berkelanjutan. [Edithya Miranti]





















