Melbourne, Gontornews –- Ketua umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, meminta kepada pihak kepolisian untuk bertindak adil dan bebas dari kepentingan politis dalam menangani kasus penyerangan terhadap tokoh agama. Haedar menegaskan polisi harus tetap menjaga netralitasnya tanpa menerima intervensi dari pihak-pihak lain.
“Semua pelaku harus ditindak adil. Syaratnya, pertama, punya bukti yang kuat dan objektif dan kedua, tidak ada politisasi,” kata Haedar Nashir saat menjadi narasumber di radio SBS Stadion, Melbourne, Australia, Sabtu (17/2) waktu setempat.
“Silahkan, semua pelaku, tokoh yang masuk ranah hukum harus ditindak, tapi semua harus jujur. Jangan membawa misi lain, selain hukum,” tambahnya sebagaimana dilansir Suara Muhammadiyah.
Menurutnya, pihak kepolisian harus tetap bekerja secara profesional. “Polisi tidak boleh membiarkan posisinya diambil alih oleh kelompok ormas, baik yang kiri maupun yang kanan” ujarnya sambil merujuk pada aksi polisi yang ‘hanya’ menindak aksi sweeping yang dilakukan ormas kanan dan di sisi lain, membiarkan aksi-aksi yang dilakukan oleh ormas kiri.
“Rasionalitas ini perlu kita bangun,” katanya untuk menyikapi maraknya kasus-kasus yang politisasi agama.
Menurut Haedar, Indonesia adalah bangsa besar. baginya, bangsa besar adalah bukan bangsa yang tanpa masalah tetapi bangsa yang mampu mencari solusi untuk menyelesaikan masalah dengan baik dan elegan.
“Bangsa besar itu bukanlah bangsa yang tanpa masalah, tetapi bangsa yang menyelesaikan masalahnya secara elegan, cerdas dan rasional,” pungkasnya. [Mohamad Deny Irawan


















