Istanbul, Gontornews — Wakil Rektor Universitas Darussalam Gontor (UNIDA), Dr Hamid Fahmy Zarkasyi berujar bahwa kejujuran akademik diperlukan. Seorang ilmuwan Muslim harus berorientasi pada kebenaran dan realitas.
“Orang-orang yang jujur secara akademik adalah mereka yang mengatakan bahwa pendapatnya sesuai dengan kebenaran dalil akal yang benar,” kata Dr Hamid di sela-sela konferensi internasional bertajuk International Union of Muslim Scholar di Grand Cevahir, Istanbul, Turki, 3-9 November 2018.
Hamid pun menjelaskan bahwa hakikat dari kejujuran akademik selalu terkait dengan ilmu dan kebenaran sehingga jika para ilmuwan menyampaikan pendapat yang sesat maka ia harus mengakui kesalahan dan merevisi pendapatnya tersebut.
“Jika tidak mereka akan menyesatkan banyak orang,” jelasnya.
“Seorang ilmuwan, khususnya ilmuwan Muslim harus berorientasi kepada kebenaran dan sekaligus realitas. Apa yang tampak tidak selalu benar, sebab Islam tidak menjustifikasi apa yang dianggap oleh kalangan positivis sebagai kebenaran objektif.”
“Pun dengan apa yang benar juga tidak selalu dibuktikan secara empiris,” tambah lulusan Institute for Islamic Thought and Civilization (ISTAC) Malaysia itu.
“Kalau ukuranya adalah Islam, maka kejujuran merupakan perwujudan dari iman kepada Allah. Karena yang bersangkutan yakin bahwa Allah akan melihat apa saja yang dia kerjakan,” pungkas Hamid. [Mohamad Deny Irawan]





















