Laghman, Gontornews — Pemimpin Hezb-i-Islami Afghanistan, Gulbuddin Hekmatyar, meminta Taliban untuk duduk di meja perundingan.
Sedikitnya 200 orang menyambut Hekmatyar pada hari Sabtu (29/4) di Provinsi Laghman, Afghanistan timur, di mana dia mengadakan pertemuan dengan anggota timnya selama dua hari.
“Tanyakan kepada militan mereka bertempur dengan siapa? Pemerintah? Atau dengan orang-orang yang tidak bersalah di Afghanistan?” kata Hekmatyar dalam pertemuan itu.
Ini untuk pertama kalinya dalam 20 tahun Hekmatyar tampil di depan publik.
“Jika Anda meletakkan senapan Anda dan maju ke meja perundingan, saya akan menjadi orang pertama yang memanggil Anda saudara laki-laki saya. Kepada Taliban saya katakan mari kita bicara tentang perdamaian dan kemakmuran, dan bergabunglah dengan kami dalam proses perdamaian di Afghanistan ini.”
Hekmatyar diharapkan bisa berpidato dalam beberapa hari mendatang di Kabul, di mana banyak orang Afghanistan memiliki perasaan campur aduk tentang kepulangannya.
Hekmatyar mendirikan Hezb-i-Islami pada pertengahan 1970-an. Dia menjabat perdana menteri dalam sebuah pemerintahan menyusul runtuhnya rezim Afghanistan yang didukung Uni Soviet pada tahun 1992.
Namun Hekmatyar dicap sebagai “teroris” oleh Kementerian Luar Negeri AS pada tahun 2003, namun pada bulan Februari lalu, Dewan Keamanan PBB mencabut sanksi terhadapnya. Dan ini membuka jalan baginya untuk kembali ke Afghanistan. [Rusdiono Mukri]























