Jazan, Gontornews – Milisi Houthi dan para pendukung Presiden Yaman yang digulingkan Ali Abdullah Saleh terus-menerus melanggar ketentuan gencatan senjata yang ditengahi PBB.
Gencatan senjata selama 72 jam sejak Kamis lalu seolah tidak pernah ada karena serangan intensif dan penembakan terhadap kota-kota oleh kelompok bersenjata masih terus terjadi.
Wartawan dari Kantor Berita Saudi di perbatasan pada hari Kamis dan Jumat menyaksikan pelanggaran-pelanggaran yang kasat mata itu. Kota-kota seperti Al-Ardah, Al-Harth, Smatah dan Al-Tawal terlihat mencekam. Bahkan salah satu wartawan di Al-Ardah melihat roket Katyusha terbang.
Husain bin Salem Sulaiman (63) mengatakan, insiden tersebut terjadi pada hari Kamis pukul 08:45. “Ini mengerikan dan tindakan pengecut,” paparnya sembari menambahkan ini bukan pertama kalinya desanya menjadi target serangan.
Sementara itu Kapten Ibrahim bin Mohammad Al-Khibrani, koordinator Pertahanan Sipil, mengatakan rudal terakhir yang menerjang sebuah rumah disertai oleh empat proyektil lain yang jatuh di tempat terbuka. Sedangkan proyektil yang kelima mendarat di salah satu fasilitas pendidikan di Al-Hanbakah, terletak di operasi Pertahanan Sipil di Al-Ardah. “Tidak ada korban dalam serangan ini,” katanya.
Ada juga serangan terhadap sekolah menengah di Debere, tapi hanya menyebabkn kerusakan ringan di dinding luar sekolah.
Tidak adanya korban dalam serangan ini menunjukkan kegagalan Houthi dan pelanggaran gencatan senjata oleh pemberontak yang didukung Iran.
Jurubicara Pertahanan Sipil Jazan mengumumkan kematian seorang pria dan putrinya di Smatah Kamis akibat serangan Houthi.
Koalisi Arab pendukung pemerintah yang sah Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi mengatakan, jumlah pelanggaran selama 24 jam pertama gencatan senjata itu ada 124. Sebanyak 81 di antaranya terjadi di sektor Jazan. Sementara 692 pelanggaran terjadi di dalam wilayah Yaman, dengan rincian 124 di Marib, 24 di Subwa, 265 di Taiz, 44 di Al-Daleh, 48 di Hija, 116 di Jouf, 25 di Sanaa, 41 di Al-Baida, dan 5 di Aden.
Milisi telah menggunakan senjata yang beragam untuk melakukan serangan ini, termasuk rudal, proyektil dan penembak jitu.
Pasukan koalisi meyakinkan publik bahwa balasan atas serangan ini dilakukan dalam batas-batas sesuai hukum internasional.
Mengutip pejabat militer, AFP melaporkan pada hari Sabtu (22/10), pertempuran sengit meletus antara pemberontak dan pasukan pro-pemerintah Yaman di sepanjang perbatasan Saudi.
Pesawat-pesawat tempur membom peluncur rudal Houthi di timur Sanaa Jumat, seorang pejabat militer mengatakan kepada AFP.
Serangan udara itu dilakukan setelah rudal Patriot menembak jatuh dua rudal pemberontak pada hari Kamis di Marib, sebelah timur ibukota.
“Kami berupaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perdamaian yang abadi di Yaman,” kata Utusan Khusus PBB Ismail Ould Cheikh Ahmed, yang menjadi penghubung dengan pihak-pihak yang bertikai dalam upaya untuk memperpanjang gencatan senjata.
Dia bertemu Jumat (21/10) dengan Wakil Presiden Yaman Ali Mohsen Al-Ahmar di Riyadh, media pemerintah Yaman melaporkan. [Rusdiono Mukri]




















