Awamiya, Gontornews — Pasukan Saudi mengatakan, mereka telah membersihkan kota Syiah di bagian timur kerajaan dari apa yang mereka sebut “penjahat dan teroris”.
Ribuan orang harus meninggalkan rumah mereka di Awamiya, yang terletak di wilayah Qatif, Provinsi Timur.
Human Rights Watch (HRW) mengatakan pada hari Ahad (13/8), pasukan keamanan Saudi telah benar-benar “mengepung dan menutup” Awamiya.
LSM yang berbasis di New York tersebut mengatakan, berdasarkan citra satelit komparatif pada bulan Februari dan Agustus, sebagian besar kota mengalami kerusakan, termasuk infrastruktur sipil.
“Pihak berwenang Saudi harus segera mengambil langkah untuk membiarkan warga pulang ke rumahnya dengan selamat, mengizinkan bisnis dan klinik dibuka kembali, dan memberi kompensasi kepada warga atas kerusakan yang disebabkan oleh pasukan keamanan,” kata Sarah Leah Whitson, direktur Timur Tengah HRW.
Di Kota Awamiya telah terjadi bentrokan antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan sejak Mei lalu, yang menyebabkan banyak warga sipil dan polisi tewas.
Kota ini juga merupakan pusat gerakan protes pada tahun 2011 yang terinspirasi oleh Arab Spring. Namun gerakan ini tak berumur panjang. Dan salah satu pemimpin gerakan tersebut, tokoh agama Syiah Nimr al-Nimr, telah dieksekusi pada Januari 2016 atas “tuduhan terorisme”.
Komunitas Syiah, yang membentuk sekitar 10 sampai 15 persen dari populasi Arab Saudi yang berjumlah 32 juta, telah lama mengeluhkan terpinggirkan di tangan pemerintahan yang didominasi Sunni.
Provinsi Timur adalah sumber sebagian besar minyak kerajaan namun juga merupakan rumah bagi minoritas Syiah. [Rusdiono Mukri]

















