Washington, Gontornews — Kelompok hak asasi manusia (Human Rights Watch/HRW) yang berbasis di Amerika Serikat mengatakan, pasukan Pemerintah Suriah telah menggunakan gas syaraf yang mematikan dalam empat serangan senjata kimia sejak Desember, termasuk satu di Khan Sheikhoun yang menewaskan hampir 100 orang pada bulan April lalu.
Mengutip bukti baru, HRW mengatakan bahwa serangan tersebut “merupakan bagian dari pola yang jelas” yang merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Pasukan Presiden Bashar al-Assad juga meningkatkan serangan gas klorin dan mulai menggunakan roket permukaan yang dipenuhi klorin dalam pertempuran di dekat Damaskus, kata HRW dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada hari Senin (1/5).
“Penggunaan gas saraf oleh pemerintah adalah eskalasi yang mematikan,” kata Kenneth Roth, direktur eksekutif HRW, seperti dikutip Aljazeera.
“Dalam enam bulan terakhir, pemerintah telah menggunakan pesawat tempur, helikopter, dan pasukan darat untuk mengirimkan klorin dan sarin di Damaskus, Hama, Idlib dan Aleppo,” tambahnya.
“Itu penggunaan senjata kimia yang meluas dan sistematis.”
Namun Assad membantah telah menggunakan senjata kimia. Ia mengatakan, serangan sarin yang dicurigai di Khan Sheikhoun adalah sebuah “rekayasa” untuk membenarkan serangan rudal AS terhadap Suriah.
HRW mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memberlakukan sanksi terhadap siapapun yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. [Rusdiono Mukri]




















