Depok, Gontornews–Human Initiative kembali mengajak masyarakat Indonesia dan dunia untuk bersama berbagi manfaat kurban dalam momentum Idul Adha 1440. Lembaga kemanusiaan itu akan mengemas semangat kurban dengan tema “Insyaallah Qurban” dan tagline “Meneguhkan niat, meniatkan keteguhan”.
“Tema dan tagline yang diusung ini menyampaikan pesan bahwa setiap kita bisa berkurban. Dan tentu saja keinginan berkurban ini sangat tergantung niat dan keteguhan hati untuk berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Ketua Panitia “Insyaalllah Qurban” Human Initiative, Azi Abdul Azis, dalam konferensi pers peluncuran program “Insyaallah Qurban” di Depok, Jawa Barat, Rabu (3/7).
Dengan nama program dan tagline yang disebut di atas, Azis berharap, kurban bukanlah ibadah orang kaya semata. Tetapi setiap orang dapat berkurban. Terpenting berniat dan meneguhkan niat.
“Sudah terbukti, ada cerita pemulung bisa berkurban. Karena niatnya teguh. Sementara ada orang kaya tidak berkurban karena niatnya belum teguh,” tambah Azis.
Azis menjelaskan, secara teknis, distribusi kurban oleh Human Initiative akan dilakukan ke daerah-daerah di 34 provinsi di Indonesia dan tujuh negara di dunia. Ketujuh negara itu adalah Somalia, Kenya, Uganda, Kamerun, Myanmar, Suriah dan Palestina.
“Kami akan berikhtiar semaksimal mungkin untuk bisa mencapai target tersebut demi masyarakat yang membutuhkan” ujar Aziz.
Namun demikian di titik mana kurban itu dilakukan, Azis menambahkan, semua bergantung kepada pekurban. “Trendnya banyak yang tipe A, yakni untuk Indonesia Timur dan Afrika,” jelas Azis.
Sebelumnya, Presiden Human Initiative Tomy Hendrajati mengatakan, kurban merupakan momentum besar dan penting bagi lembaga yang dipimpinnya. Ia berkomitmen untuk terus memfasilitasi umat Islam untuk dapat menyalurkan kurban umat Islam.
Tomy menerangkan, pada tahun lalu lembaganya berhasil menghimpun 17.660 pekurban. Dengan komposisi 70 persen adalah masyarakat Indonesia dan sisanya masyarakat dunia. Dari capaian tahun lalu, saat ini pihaknya menargetkan kenaikan 20 persen.
“Kami targetkan tahun ini naik menjadi 21.800 pekurban. Sedangkan penerima manfaatnya 254.500 jiwa,” kata Tomy. [Fathurroji]






















