Bogor, Gontornews — Bertepatan dengan Hari Ibu 2021, IAI Nasional Laa Roiba melakukan prosesi wisuda terhdap 178 Sarjana dan Magister baru. Acara berlangsung di Auditorium IPB International Convention Center Bogor (22/12/2021).
Bertema “Memperkokoh PT Berbasis Wahyu Memandu Ilmu”, sejumlah tokoh publik ikut menyampaikan ucapan selamat kepada para wisdawan. Antara Lain Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dr Sandiaga Uno MBA, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Koordinator Kopertasi Wilayah II Jabar-Banten KH Prof Machmud MS, Ketua ISMI dan Presidium ICMI Dr Ilham Akbar Habibi, Bupati Kabuaten Bogor Dr Ade Yasin, Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan, Brigjen Asep Syafrudin, Ketua Yayasan Pendidikan Laa Roiba Prof Dr Nanat Fatah Natsir, dan sejumlah tokoh lainnya.
Dalam Sambutannya, Rektor IAI Nasional Laa Roiba Bogor Yanti Hasbian Setiawati berpesan agar lulusannya, sarjana maupun magister, tumbuh menjadi generasi ulul albab. Generasi yang tumbuh dari pendidikan berkonsep wahyu memandu ilmu.
Melalui visi perguruan tinggi Menghasilkan Lulusan Unggul, Berakhlaqul Karimah, menguasai riset dan teknologi Informasi, kata Yanti Hasbian, IAI-N Laa Roiba berikhtiar maksimal untuk dapat menghasilkan lulusan yang mumpuni, memiliki karakteristik generasi ulul albab. Milieu yang taknya selalu berdzikir dalam segala kondisi, tapi juga suka bertafakur cerdas membaca tanda-tanda alam dan zaman. Generasi insan Islami yang memiliki keeimbangan antara kekuatan dzikir dan kedalaman tafakur dalam mengenali ayat-ayat qauliyah dan ayat kauniah.
Sebagaimana Allah dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Imran 190-192.
Dalam implementasinya, kurikulum ulul albab diinternalisasikan melalui empat karakter: religius, inntelektual, moderat dan entrepreneuship. Religius bermakna Laa Roiba berusaha membina generasi yang Islami, beriman takwa dan berakhlakul karimah.
“Intelektual bermakna Laa Roiba berupaya melahirkan generasi yang memiliki nalar kecerdasan yang memadai sebagai dari olah fikir (tafakur) membaca dan memanfaatkan ayat-ayat yang tersurat mauoun tersirat di alam sekitar. Moderat mengandung maksud bahwa generasi yang hendak dilahirkan Laa Roiba adalah insan yang menjiwai Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin, Islam sebagai rahmat, solusi dan fungsi moderasi yang mampu menengahi pertentangan dua kutub: ekstriem kiri dan ekstrem kanan.”
Sedang enterpreunership, jelas Yanti Hasbian, bermakna bahwa Laa Roiba membekali lulusaannya dengan visi dan pengalaman kewirausahaan, satu generasi yang mampu menciptakan usaha dan lapangan kerja atau memberi solusi bagi permasalahan yang ada di lingkungan sekitarnya.
Rektor Laa Roiba menjelaskan, wisuda tahun 2021 juga bersamaan dengan milad ke-26 Laa Roiba sebagai Lembaga perguruan tinggi Islam di Bogor, Jawa Barat. Meski belum matang, tapi 26 tahun adalah perjalanan yang luar biasa penting. “Meski masih ada banyak keterbatasan, kita berusaha maksimal untuk melahirkan generasi terbaik.”
Kini, Laa Roiba tak hanya pemain lokal. Kita juga mulai dikenal dan diperhitungkan di tingkat wilayah dan nasional. Sejumlah prestasi akademik dan kon akademik alhamdulillah mulai banyak diraih. Beberapa masuk level kompetisi dan event nasional, melibatkan dosen maupun mahasiswa. Antara lain langganan juara MTQ dan Tahfidz tingkat Wilayah Bogor/Jabar, terbaik ke-3 perguruan tinggi Islam Kopertais Wilayah II Jabar-Banten, Juara III Lomba Karya Tulis Kemeristek 2015, Juara III Lomba Karya Tulis BPPT 2018, Makalah Terbaik Seminar Nasional Keuangan Negara 2018 di Kementerian Keuangan, serta Juara I Lomba Karya Tulis Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) 2019; Juara I Lomba Karya Tulis Asuransi Syariah 2020, Juara III Kompetisi Penelitian Inovasi Investasi Keuangan Haji BPKH-MES 2020, Peringkat I PTKIS dengan dosen tersertifikasi terbanyak di Kopertais Wilayah II Jabar-Banten, Peringkat II Kampus dengan Jurnal Terbanyak Terakreditasi Sinta lingkup Kopertais Wilayah II, Peringkat Sinta Terbaik untuk Katagori IAI Swasta di Lingkup Kopertais Wilayah Jabar-Banten-Jakarta-Jateng-DIY .
Ke depan, tambah Rektor Yanti, Laa Roiba juga ingin masuk ke medan percaturan di tingkat global. “Setidaknya karya-karya kita susah bisa dibaca dan dikenal komunitas ilmiah internasional. Lahirnya jurnal-jurnal online (ada 12 jurnal OS terindeks Moraref, Google Scholar, Garuda, Arjuna, Dimension dan Index Copernicus; tiga di antaranya sudah terakreditasi Sinta, dan 5 jurnal dalam proses akreditasi jurnal Sinta tahun 2021. Jurnal-jurnal itu dapat menjadi jembatan kita untuk membawa Laa Roiba dari pemain lokal menjadi pemain global. Dengan kerjasama, sinergitas alumni dan mitŕa kerjasama, serta pertolongan Allah, in sha Allah ada titik terang untuk berjalan di lintasan-lintasan yang benar.”
“Wisuda merupakan satu pertanda tuntasnya studi secara formal di lembaga pendidikan. Namun. sejatinya, wisuda bukanlah purna tugas bagi kita semua untuk berhenti belajar. Sebaliknya, ilmu Anda dapatkan di kampus ini akan menjadi kompetensi awal dalam menyelesaikan pekerjaan di dunia nyata, sekaligus modal dasar untuk membantu masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan dan tantangan yang semakin komplek ke depan. Lebih dari itu, belajar merupakan aktivitas yang melibatkan kegiatan berpikir yang kompleks, dikendalikan oleh otak dan kehalusan budi untuk diniatkan membantu sesama. Bagi Muslim, belajar adalah proses panjang dan berkelanjutan sepanjang hayat untuk ibadah dan meraih ridlo Allah SWT. Sebagaimana pesan Nabi Muhammad SAW: menuntut ilmu adalah kewajiban setiap Muslim dari buaian sampai liang lahat. Tolabul ilmi faridha otul ala kulli muslimin wal muslimat minal mahdi ilah lahdi.,” tegas Rektor Yanti Hasbian.
Melalui wisuda ini, tamban Rektor Laa Roiba, satu paket curriculum sudah Anda selesaikan. Artinya anda telah menyelesaikan sebuah perhelatan lari di sebuah lintasan. Hari ini adalah ujung atau garis finish dari lintasan perjalanan studi Anda semua. Curriculum dari bahasa Yunani adalah curee atau courir. Di Indonesia, kurir diidentikan sebagai pengantar surat. Padahal, makna kurir sesungguhnya adalah berlari, yaitu berlari melintasi setiap tahapan kompetensi. Ini juga sejalan dengan pesan Allah dalam As-Syarh (94) ayat 7: “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.” (QS [94:7)
Hari ini Anda semua melengkapi sekian kompetensi anda sebagai seorang sarjana dan pascasarjana. Namun, sekali lagi, kurir (lintasan) anda tidak boleh terhenti. Anda harus terus meningkatkan kompetensi dan kapasitas anda sampai akhir hayat nanti sehingga anda mempunyai Curriculum Vitae yang indah. Sehingga tatkala tiada nanti seperti gajah meninggalkan gading, seperti orang alim melahirkan amal sholeh dan maslahah. Kala kita tiada meninggalkan dunia yang fana, kita masih dikenang dengan nama baik yang tertulis dalam Curriculum Vitae.
Akhirnya, “”saya pribadi dan pimpinan universitas memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para wisudawan/wisudawati beserta segenap keluarga. Semoga ilmu yang Anda peroleh di kampus ini dapat menjadi modal awal untuk meniti karir ke depan. Semoga ilmunya bermanfaat dan membawa maslahah untuk melakukan kebaikan dan perbaikan di segala bidang dan level, mulai local, nasional hingga internasional.”
Di mana pun dan kapan pun, Rektor berpesan: “jadilah Anda sekalian menjadi orang yang bermanfaat. Khairukum anfauhum linnas. Sebaik-baik kalian adalah yang paling banyak memberi manfaat pada majusia. Semoga rahmat, ridho dan berkah Allah meliputi kita semua. Barakumullah fikum.”[DJ]























