Bogor, Laaroiba — Sarjana dan Muslim memiliki tugas yang penting dan mulia. Yakni bagaimana mengaktualisasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata agar Islam menjadi rahmat bagi seluruh alam. Agar Islam tetap aktual di segala tempat dan segala zaman. ”Saya kira ini jadi fardu kifayah bagi para sarjana Muslim,” kata Koordinator Kopertais Wilayah II Jabar-Banten Prof Dr Machmud MS acara wisuda IAI Nasional Laa Roiba Bogor, Rabu (22/12).
Dalam orasi ilmiahnya, Rektor UIN Sunan Gunung Djati yang Koordinator Kopertais Wilayah II Jabar – Banten mengaprtesiasi para sarjana dan magister yang baru saja diwisuda oleh IAi Nasional Laa Roiba. ”Selamat dan sukses buat Anda para wisudawan. Selamat datang ke dunia nyata dan medan perjuangan baru!”
Atasnama Kopertais Wilayah II, saya juga mengapresiasi proses transformasi Laa Roiba dari STAI menjadi IAI Nasional, dan mudah-mudahan segara menjadi Univeristas Laa Roiba. Saya yakin di bawah komando senior Prof Nanat Fatah Natsir, IAI Nasional Laa Roiba dapat sukses bertranformasi menjadi Universitas Laa Roiba pada waktunya, sebagaimana juga Prof Nanat dulu mentransformasi IAIN Sunan Gunung Djadi menjadi UIN Sunan Gunung Djati di Bandung.”
Prof Machmud menegaskan bahwa peran tokoh perubahan sangat penting dalam keberhasilan sebuah transformasi. Terlebih hadirnya tokoh dan orang-orang yang punya tiga keunggulan. Yakni adanya kemauan, kesungguhan dan tidak pantang menyerah. ”Kami yakin, Laa Roiba punya modal itu.”
Lebih jauh, Koordinatir Kopertais Wilayah II Jabar-Banten mengajak acara wisuda sarana dan magister sebagai momentum melakukan transformasi yang lebh luas memperbaiki kondisi keuamatan. Untuk itu diperlukan lahirnya para sarjana/cedekiawan yang tidak saja cerdas dan profesional, melainkan juga kreatif dan inovatif dalam melakukan perubahan demi perubahan yang lebih baik. Yang tak kalah penting juga kemampuan kolaborasi dan sinergi.
Selama ini, jelas Prof Machmud, kita terbiasa mendengar fardu kifayah itu mengurus orang mati. Jarang kita dengan fardu kifayah mengurus orang-orang hidup dan memperbaiki kehidupan. Tantangan kita ke depan bagaimana nilai-nilai Islam hadir dan mewarnai kehidupan. Maka, tidak berlebihan jika mengaktualisasikan nilai-nilai Islam dalan kehidupan dan pembangunan menjadi fardu kifayah bagi para scholar Islam.
Koordinator Kpertais II mengajak wisudawan para hadirin merenungkan dialog Nabi SAW dengan para sahabat. Diriwayatkan, suatau ketika sahabta bertenya’ Wahai, Rasul bagaimana kiat yang membuat kami menjadi generasi terbaik. Nabi SAW menjawab: bertakwalah dengan sebenar-benarnya. Karena sesunggungnya orang yang paling mulia adalah orang yang paling berkualitas ketakwanaannya. Pesan ini juga sejalan dengan ayat inna akromatum indallahu atqokum. Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa (QS Al-Hujurat. 13).
Maka, Prof Machmud menhgajak semua pihak, terlebih para sarjana dan magister yang baru diwisuda, untuk samala melakulan transformasi menuju sebaik-baik orang bertakwa. Dengan cara itu, Islam selalu aktual di segala tempat dan segala zaman. Dengan aktualisasi dan transformasi, kita bangun peradaban umat masa depan,” tegas Rektor UIN SGD Bandung mengakhiri orasinya.(DJ)





















