Depok, Gontornews — Sabtu (18/12) sore komunitas Teras Muda, Mau Bener Bareng, dan Merancang Cita kembali mengadakan Islamic Mini Bootcamp sesi kedua bersama seorang public figure, Dewi Sandra.
Masih dipenuhi oleh ratusan peserta, kehadiran Dewi Sandra tentunya menjadi magnet tersendiri bagi para peserta Zoom Meeting kala itu. Terlebih melihat tema yang tengah diangkatnya yakni, Friendship until Jannah: Networking & Relationship Skill as a Muslim.
Dalam kesempatan tersebut, banyaknya pengalaman hidup sang narasumber dalam meniti karir dan juga pengalaman hijrahnya yang menarik perhatian publik juga turut diceritakan Dewi. Tidak sendirian, Dewi pun ditemani oleh seorang moderator, Alawiyah Tuti SPd yang kini tengah berkecimpung sebagai Muslimah Activist Campaigner dan Public Relation Peduli Jilbab.
Terkait tema yang diangkatnya, Dewi Sandra menuturkan bahwa manusia butuh manusia, dan ketika kita membutuhkan manusia, maka kita butuh manusia yang tepat untuk itu. Oleh karenanya, kita pun membutuhkan Allah SWT untuk memudahkan semua urusan kita tersebut.
“Kamu adalah apa yang kamu makan,” ungkap aktris yang bernama lengkap Dewi Sandra Killick itu. Apa pun yang ada di sekitar kita ini, lanjutnya adalah ‘makanan’ kita.
Disebutkan dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud yakni Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa seseorang itu di atas agama saudaranya, maka perhatikanlah dengan siapa ia bergaul. Artinya kita perlu untuk memerhatikan dengan siapa seseorang bersahabat, maka kita pun bisa melihat kriteria apa yang ada pada diri orang tersebut.
“Ini baru sahabat ya, bagaimana dengan suami, teman bekerja kita, mengaji kita, semua itu sangat berkolaborasi,” tambah perempuan kelahiran 3 April 1980 itu. Jadi, sambung Dewi, hal seperti ini sangatlah penting, sebab kita akan terpengaruh dengan siapa kita melihat, bergaul, juga mendengar.
Kepada Gontornews.com, Dewi Sandra juga menceritakan bahwa kita bahkan sering merasa (sedikit banyak) percaya diri, ketika berada dengan lingkungan kita. Makan ‘racun’ sedikit merasa tidak akan mati. Mungkin di awal kita akan bergaul dengan bermacam orang untuk belajar. Karena kita memang butuh belajar dan dari ilmulah kita akan memilih keputusan untuk kita ambil.
Namun, jika kita tidak pandai menjaga diri, maka justru kitalah yang akan menjadi korban dari berbagai ‘racun’ yang ada di lingkaran pertemanan atau lingkungan yang tidak sehat di sekitar kita. Maka, pandai-pandailah dalam menjaga diri dan mengambil keputusan hidup. [Edithya Miranti]






















