Mekkah, Gontornews — Penangguhan ibadah umrah di Arab Saudi, yang diterapkan untuk mencegah penyebaran COVID-19, akan dicabut secara bertahap, otoritas Saudi mengumumkan pada hari Senin (21/9).
Arabnews.com merilis, Menteri Haji dan Umrah Mohammed Saleh Benten mengatakan, kementeriannya sedang mempelajari rencana tiga tahap untuk pemulihan haji secara bertahap. Namun, kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
Pada fase pertama, warga negara Saudi dan ekspatriat yang tinggal di Kerajaan Saudi akan diizinkan untuk menunaikan ibadah umrah. Namun, layanan umrah akan beroperasi dengan kapasitas 40 persen dari kapasitas normal. Kemudian pada fase kedua akan ditingkatkan menjadi 75 persen, dan pada fase tiga kapasitas penuh akan dipulihkan dan peziarah dari luar Saudi akan diizinkan untuk umrah.
Pada tiga fase, kata kementerian, tindakan pencegahan kesehatan yang ketat akan diberlakukan.
Benten mengatakan, kementerian mendukung semua pihak yang terlibat di sektor ini dalam transformasi kelembagaan. Ia menambahkan, pihaknya ingin memberdayakan perusahaan umrah dan organisasi terkait agar menjadi entitas ekonomi yang kuat, yang memberikan layanan berkualitas tinggi melalui aplikasi I’tamarna, yang akan memudahkan jamaah untuk merencanakan perjalanannya.
Benten mengatakan lebih dari 30 perusahaan lokal dan internasional akan memberikan layanan kepada para jamaah melalui platform elektronik yang memungkinkan penyedia layanan untuk melakukan tindak lanjut yang diperlukan saat melayani jamaah.
Dia menambahkan bahwa perusahaan dan lembaga umrah melayani lebih dari 16 juta jamaah dari Kerajaan Saudi, wilayah Timur Tengah, dan seluruh dunia.
Ia juga menekankan pentingnya registrasi awal umrah, dan mengatakan bahwa perusahaan umrah bertanggung jawab untuk melakukan studi guna mengidentifikasi kebutuhan jamaah, termasuk mereka yang datang melalui negara transit. Warga dari 80 negara sekarang dapat mengunjungi Saudi untuk Umrah tanpa visa dan jumlah ini akan meningkat, tambah Benten.
Sementara itu Abddulfattah Mashat, Wakil Menteri Haji dan Umrah, mengatakan telah diselenggarakan forum bertajuk βMengelola Perubahan Kelembagaan dan Transformasi di Sektor Umrah,β dengan tujuan untuk memperkaya pengalaman jamaah umrah. Ekonomi haji dan umrah tidak terbatas pada layanan yang diberikan kepada jamaah tetapi juga mencakup banyak layanan dan logistik opsional lainnya, tambahnya.
Kementerian akan berupaya untuk mengelola transformasi kelembagaan secara efektif, meningkatkan layanan, memperkaya pengalaman dan meningkatkan keberlanjutan sektor untuk melayani lebih banyak jamaah.
Mashat mengatakan pada 2019, sebanyak 5,3 juta warga Saudi, 6,4 juta ekspatriat, 1,2 juta penduduk negara-negara Dewan Kerjasama Teluk, dan 7,5 juta orang dari belahan dunia lain melakukan umrah. []





















