Montreal, Gontornews — Badan Penerbangan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan akan meninjau permintaan dari Qatar untuk campur tangan setelah tetangganya di Teluk menutup wilayah udara mereka untuk penerbangan Qatar.
Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), sebuah badan PBB yang mengatur perjalanan udara internasional di bawah Konvensi Chicago, mengatakan akan bertemu dengan para utusan dari Qatar, UEA, Arab Saudi, Bahrain dan Mesir di kantor pusatnya di Montreal, Kanada, pada hari Kamis (15/6) untuk mencari solusi masalah regional saat ini.
“ICAO saat ini sedang meninjau permintaan dari pemerintah Qatar untuk menilai pembatasan penerbangan yang diberlakukan oleh negara-negara tetangganya,” menurut sebuah pernyataan ICAO.
ICAO, yang didirikan setelah Amerika Serikat mengundang lebih dari 50 sekutunya untuk menyetujui sistem navigasi udara pada tahun 1944, tidak memiliki kekuatan pemolisian dan harus mengandalkan konsensus untuk menegakkan aturannya.
Keputusan ICAO untuk campur tangan dalam krisis Teluk adalah contoh langka dari badan PBB yang secara langsung berusaha menyelesaikan perselisihan antara negara-negara anggotanya.
“Kami bekerja untuk membawa negara-negara ini bersama-sama menuju solusi yang memenuhi kebutuhan regional dan kebutuhan global dan ekspektasi penumpang dan pengirim barang saat ini,” kata ICAO.
Uni Emirat Arab dan Qatar telah lama menjadi pendukung besar perjanjian transportasi udara terbuka, yang menghapus larangan terbang antarnegara.
Arab Saudi dan UEA mengatakan penutupan wilayah udara mereka untuk penerbangan dari Qatar merupakan kedaulatan negaranya untuk melindungi warganya dari ancaman apapun. [Rusdiono Mukri]





















