Srinagar, Gontornews — Pemerintah India resmi mencabut travel advisory di wilayah Kashmir pada hari Kamis (10/10) mendatang. Akibatnya, ribuan turis, penziarah dan pekerja asal India harus meninggalkan Kashmir.
Secara resmi, Pemerintah Jammu dan Kashmir menyatakan bahwa pencabutan travel advisory yang dikeluarkan pada 2 Agustus lalu akan berlaku mulai Kamis (10/10). Pencabutan ini dilakukan karena India berusaha memperingati warganya di Kashmir bahwa terdapat serangan yang dilakukan oleh kelompok militan asal Pakistan. Sebuah pernyataan yang lantas dibantah langsung oleh Pakistan
Sebelum mencabut kebijakan travel advisory ini, pemerintah India juga mencabut aturan khusus terkait otonomi wilayah Kashmir dan Jammu. Sebagai konsekuensi, layanan telepon dan internet ditangguhkan, sejumlah fasilitas umum seperti sekolah diliburkan untuk sementara waktu hingga pembatasan jam malam di Kashmir dan Jammu.
Reuters melansir, hingga saat ini, internet dan layanan seluler di Jammu dan Kashmir masih terblokir.
Sebagaimana diketahui, Kashmir merupakan salah wilayah subur dengan pemandangan indah yang diperebutkan oleh India dan Pakistan. Kashmir menawarkan wisata ‘surga’ karena memiliki pegubungan, gletser dan Danau Dal yang menjadi tujuan wisata favorit raja-raja di kekaisaran Mughal.
Meski India mencabut aturan tentang travel advisory, Inggris dan sejumlah negara lain tidak melakukan tindakan serupa. Mereka tidak melarang warganya untuk bepergian ke Jammu dan Kashmir. [Mohamad Deny Irawan]























