New Delhi, Gontornews — Setelah Indonesia melarang ekspor minyak goreng dan Malaysia yang melarang ekspor daging ayam, India segera mengeluarkan larangan ekspor beras non-basmati. Pemerintah India menganggap kebijakan ini bertujuan untuk melindungi pasokan beras domestik serta potensi kenaikan harga.
Sebuah komite yang dipimpin kantor Perdana Menteri ditugaskan untuk menganalisis komoditas penting seperti beras dan produk lainnya. Economic Times dalam laporannya menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil oleh India untuk mencegah kenaikan harga.
Komite telah melaporkan bahwa saat ini laju inflasi di India berada pada tingkat tertinggi. Komite pemantau harga lantas menyelenggarakan rapat yang meninjau kembali produk serta mengambil tindakan yang tepat.
Sebagai informasi, India merupakan negara pengekspor beras terbesar kedua di dunia setelah Cina. Pada tahun 2021-2022, negara Bollywood tersebut telah mengekspor ke lebih 150 negara di seluruh dunia.
“Pembatasan ekspor pada lima produk sedang dipertimbangkan, di mana (ekspor) gandum dan gula telah ditutup,” ungkap pejabat India sebagaimana dilansir Dhaka Tribune.
Sumber lain mengatakan bahwa pembatasan ekspor beras bisa serupa dengan ekspor gula yang mencapai 10 juta Ton. India mengalami inflasi hingga 7,79 persen yang mengakibatkan harga-harga meningkat drastis. Karena itu pemerintah mendorong sejumlah pembatasan ekspor untuk menjaga kebutuhan domestik dan menahan laju peningkatan harga.
“banyak negara sekarang memiliki kebijakan internal tentang biji-bijian esensial. India ingin memastikan ketahanan pangan untuk dirinya sendiri, tetangganya dan negara-negara rentan,” tutup seorang pejabat yang dilansir Dhaka Tribune. [Mohamad Deny Irawan]





















