New Delhi, Gontornews — Kualitas udara di ibukota India, New Delhi, dan sekitarnya memburuk pada hari Ahad (8/1/2023), karena kemunculan kabut tebal. Akibatnya, sejumlah layanan perjalanan kereta api dan udara di negara tersebut mengalami penundaan.
Badan meteorologi India juga melaporkan gelombang dingin ekstrem menyerang lingkungan Safdarjung, New Delhi, India, dengan 1,9 derajat Celcius.
“Kondisi kabut tebal hingga sangat pekan di sejumlah wilayah Punjab, Haryana dan Chandigarh akan terjadi selama 48 jam yang diikuti dengan penurunan intensitas setelahnya,” kata badan meteorologi India sebagaimana dilansir Anadolu.
Kabut tebal nan pekat yang menyebabkan pengelihatan rendah juga telah menghambat layanan penerbangan dan perjalanan kereta api di bagian utara negara itu. Perusahaan kereta api India, Indian Northern Railway, mengonfirmasi penundaan 42 perjalanan kereta api ke New Delhi akibat cuaca buruk tersebut.
Selain kereta api, Delhi International Airport Limited juga mengumumkan penangguhan sejumla penerbangan pada hari yang sama. “Penumpang diminta untuk menghubungi maskapai terkait untuk informasi penerbangan terbaru,” kata Delhi International Airport Limited.
sementara itu, penyiar lokal NDTV melaporkan bahwa cuaca buruk telah menyebabkan gangguan di bandara Delhi dengan lebih dari 30 penerbangan tertunda.
Data dari Pusat Pengendalian Pencemaran Kementerian Lingkungan Hidup, Hutan dan Perubahan Iklim India menunjukkan kualitas udara di ibu kota tetap buruk pada Ahad sore. Pemerintah sempat mengeluarkan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat, Jumat (6/1/2023) saat kualitas udara di ibukota memburuk.
“(Pembatasan kegiatan) sebagai upaya untuk menghindari penurunan kualitas udara lebih lanjut di wilayah tersebut,” tutup lembaga di bawah Kementerian tersebut. [Mohamad Deny Irawan]






















