London, Gontornews — Para menteri pemerintahan Inggris, Senin (9/1/2023), mengadakan pertemuan dengan sejumlah serikat pekerja. Upaya ini berlangsung untuk mengakhiri gelombang pemogokan massal yang melumpuhkan jaringan kereta api dan membebani sistem kesehatan yang sudah terbebani.
Menteri Kesehatan Inggris, Steve Barclay, berkenan untuk melakukan pembicaraan dengan serikat pekerja perawatan kesehatan. Sementara menteri lainya bertemu dengan serika pekerja kereta api yang telah melakukan pemogokan dan serikat guru yang mempertimbangkan pemogokan kelas.
Sebagai informasi, Inggris sedang mengalami gelombang pemogokan terbesarnya selama beberapa dekade terakhir. Sejumlah profesi seperti petugas bagasi di bandara, staf perbatasan, instruktur mengemudi, sopir bus hingga petugas pos meninggalkan pekerjaan mereka untuk menuntut gaji yang lebih tinggi.
Sebagian besar perawat dan pekera ambulans sedang berselisih dengan Layanan Kesehatan Nasional (National Health Service/NHS) untuk mencari kenaikan gaji demi mengimbangi lonjakan biaya hidup. Inflasi di Inggris mencapai level tertinggi dalam 41 tahun terakhir hingga 11,1 persen pada akhir tahun lalu. Pemicunya, kenaikan biaya energi dan makanan semakin tajam.
Kepala serikat pekerja perawat (Royal College of Nursing), Pat Cullen, mengatakan bahwa ia melihat optimisme pasca pernyataan PM Inggris Rishi Sunak pada hari Ahad (8/1/2023) yang bersedia untuk membahas tuntutan gaji yang terjangkau dan bertanggungjawab.
Sejauh ini, pemerintah bersikeras akan membahas tingkat gaji untuk tahun anggaran 2023 hingga 2024 pada bulan April mendatang dan bukan pada perhitungan tahun berjalan. [Mohamad Deny Irawan]






















