New Delhi, Gontornews — Langkah deportasi yang dipilih pemerintah India kepada 7 orang Rohingya telah membuat 16.500 warga Rohingya di India takut untuk kembali ke Rakhine, Myanmar. Mereka khawatir bahwa kekerasan dan kejahatan yang dialaminya di Rakhine akan kembali mereka rasakan meski PBB telah mengeluarkan kartu pengungsi yang mencegah perbuatan serupa terjadi untuk kedua kalinya.
Namun, Pemerintah India menolak untuk mengakui keberadaan kartu tersebut dan dengan tegas meminta kepada semua pihak agar menghormati hukum yang berlaku di India yaitu melakukan deportasi bagi setiap imigran gelap.
“Siapa pun yang telah memasuki negara India tanpa izin hukum yang sah maka dianggap ilegal,” kata juru bicara Kementerin Dalam Negeri India, A Bharat Bhushan Babu kepada Reuters.
“Sesuai dengan undang-undang yang berlaku, siapapun yang masuk ke India) secara ilegal, harus dikirim kembali. Sesuai hukum, mereka (pengungsi Rohingya di India) akan dipulangkan,” tambah Bhushan Babu.
Sejak kekerasan dan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh militer Myanmar terhadap etnis minoritas Rohingya di Rakhine, ribuan warga Rohingya terpaksa mengungsi untuk mencari perlindungan dari sejumlah negara tetangga seperti Bangladesh dan India. Jika jumlah pengungsi di Bangladesh mencapai sekitar 700.000 pengungsi, maka di India, pengungsi Rohingya, diprediksi, mencapai 40.000 orang.
Bahkan menurut penuturan salah seorang pengungsi Rohingya di India, Sahidullah, gelombang pengungsi yang masuk ke India secara ilegal sudah dimulai sejak tahun 2010 silam. Beberapa imigran tersebut juga kabarnya telah ditahan oleh pihak keamanan setempat sebelum akhirnya mereka memutusukan untuk mendeportasi imigran gelap tersebut.
Jelang pemilihan umum di India, pengungsi Rohingya khawatir bahwa keberadaannya akan dijadikan sebagai alat kampanye yang dilakukan oleh Perdana Menteri India, Narendra Modi, yang kembali menyalonkan diri pada periode berikutnya.
“Pilih kami kembali tahun depan dan BJP (Partai Bharatiya Janata) tidak akan mengizinkan satupun dari mereka untuk tinggal di negara ini,” pungkas Ketua BJP, Amit Shah sembari menuduh bahwa komunitas Rohingya bagaikan rayap yang menggerogoti keamanan negara. [Mohamad Deny Irawan]





















