Jakarta, Gontornews — Duta Besar Indonesia untuk Azerbaijan, Husnan Bey Fananie, menegaskan posisi Indonesia dalam konflik bersenjata di Nagorno-Karabakh. Menurut Husnan, Indonesia mendukung perjuangan rakyat Azerbaijan seraya meminta Armenia untuk menghentikan peperangan.
“Indonesia akan terus mendukung perjuangan rakyat Azerbaijan dan meminta kepada Armenia, untuk sepakat menghentikan peperangan konflik karena memakan banyak korban dan merugikan dari sejumlah aspek,” tutup Husnan Bey Fananie kepada Gontornews.
Dalam diskusi Fananie Center, Senin (26/10), Husnan menjelaskan bahwa konflik antara Azerbaijan-Armenia seputar wilayah Nagorno-Karabakh telah terjadi selama puluhan tahun. Konflik kedua negara bermula saat wilayah Nagorno-Karabakh menjadi sengketa wilayah serta konflik etnis pada abad ke-20.
Secara de facto, Republik Nagorno-Karabakh menguasai dan memproklamirkan kemerdekaan wilayah Nagorno-Karabakh. Namun, secara internasional, wilayah Nagorno-Karabakh merupakan bagian dari wilayah resmi Azerbaijan.
Husnan menjelaskan bahwa konflik antara kedua negara bermula saat Rusia membagi wilayah Armenia dan Azerbaijan. Sekitar 20% wilayah Azerbaijan terekspansi oleh tentara Armenia dan dibantu oleh Rusia. Hingga kini, wilayah tersebut masih dikuasai oleh Armenia dan penduduknya yang tercampur antara etnis Armenia dan Azerbaijan.
“Sampai hari ini, Nagorno-Karabakh adalah bagian dari Azerbaijan dan telah tertulis dalam catatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” jelas Husnan.
“Secara de facto, PBB mengakui Nagorno-Karabakh adalah tanah resmi milik Azerbaijan. Belakangan ini juga, Azerbaijan tidak menginginkan perdamaian jika Bangsa Armenia tidak keluar dari wilayah Azerbaijan,” tambah Husnan.
Husnan menjelaskan bahwa konflik ini lebih merupakan konflik teritorial antara kedua negara. Sementara Armenia merupakan bangsa yang terpencar dan tersebar di Asia, Afrika dan Eropa.
Cucu pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor tersebut meminta masyarakat Indonesia untuk membaca konflik bersenjata antara Azerbaijan-Armenia secara jernih. Ia pun menyatakan bahwa wilayah Nagorno-Karabakh merupakan wilayah strategis bagi Azerbaijan.
Husnan menambahkan bahwa Azerbaijan merupakan negara yang memiliki persimpangan banyak peradaban manusia. Azerbaijan juga merupakan tempat kelahiran Nabi Nuh serta rute perjalanan bangsa Selatan (Afrika) dan Timur (Asia) yang hendak berjalan menuju Utara (Eropa). [Mohamad Deny Irawan]




















