London, Gontornews — Wabah Covid 19 telah menyebar di hampir semua negara di dunia. Berbagai negara di dunia termasuk Inggris pun membuat kebijakan lockdown demi memutus mata rantai penyebaran virus tersebut.
Dosen UNIDA Gontor, Royan Ramadani Djayusman, salah satu WNI di Inggris yang merasakan langsung bagaimana dampak kebijakan lockdown di negeri kerajaan itu.
Kepada Gontornews, alumni KMI Gontor yang tengah menyelesaikan studi S3 nya di Kingston University London ini mengabarkan kondisinya di tengah situasi lockdown di sana.
Menurutnya, saat ini setiap sudut tempat di sana terasa benar-benar sepi. Untuk keluar rumah saja dibatasi hanya untuk keperluan penting seperti belanja kebutuhan pokok.
“Bahkan untuk belanja pun ada pembagian waktu sehingga harus tahu waktu. Supermarket juga membatasi jumlah item untuk beras dan pasta,” jelasnya.
Meski social gathering dibatasi, hal tersebut tidak menghalanginya untuk tetap beraktivitas. Bahkan karena adanya kebijakan lockdown ini dirinya semakin familiar dengan aplikasi online
“Sebelum lockdown, saya mengajar di salah satu madrasah milik salah satu masjid di sini, saat ini dilanjutkan dengan pengajaran jarak jauh via aplikasi zoom,” katanya.
Untuk diketahui sebelumnya Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson mengumumkan kebijakan lockdown selama 3 minggu. Lockdown yang diberlakukan sejak Senin (23/3/2020) itu ditetapkan setelah banyak warganya mengabaikan anjuran sebelumnya untuk mengurangi kontak sosial guna meminimalkan penularan virus.
Dilansir The Guardian berikut 4 aturan utama di lockdown Inggris:
1.Dilarang keluar rumah kecuali belanja kebutuhan pokok, itu pun harus jarang dilakukan.
2. Hanya dibolehkan melakukan satu bentuk olahraga sehari di luar, seperti berlari atau bersepeda, baik sendiri atau dengan anggota rumah.
3. Boleh keluar rumah untuk membeli kebutuhan medis.
4. Boleh keluar rumah hanya untuk pekerjaan yang tidak bisa dilakukan di rumah.
Selain empat aturan tersebut para warga tidak diizinkan keluar rumah selama tiga minggu ke depan. Larangan termasuk untuk bertemu teman, belanja kebutuhan yang tidak mendesak, dan perkumpulan orang dengan jumlah banyak. [M.Khaerul Muttaqien]






















