Cardiff, Gontornews — Kerajaan Inggris berada di ambang krisis pasokan pangan seiring melonjaknya biaya energi serta kekurangan tenaga kerja di bidang pertanian. Harga produksi untuk bahan-bahan pokok seperti telur dan daging melonjak sangat tajam. Beberapa tukang daging bahkan menyarankan warga untuk mengubah kebiasaan membeli daging di masa mendatang.
Serikat Petani Nasional (National Farmer Union/NFU) Inggris, mendesak pemerintah untuk memberikan bantuan guna mendukung industri ini. Pasalnya, 71 persen lahan di Inggris merupakan lahan pertanian. Andai pemerintah tidak memberikan dukungannya, banyak komunitas lokal Inggris yang terancam pengangguran mengingat mereka bergantung pada sektor itu untuk bertahan hidup.
Abi Reader, seorang petani asal Wales sekaligus perwakilan NFU lokal, mengutarakan ketidakpastian harga energi, bahan bakar dan pupuk merupakan kendala besar yang dihadapi para petani Inggris.
“Saya bertanya pada diri sendiri, apakah saya bisa membeli pupuk? Saya mungkin tidak bisa. Ini adalah masalah arus kas. Bisakah saya mempertahankan jumlah hewan yang saya miliki atau apakah saya perlu berhemat? Jadi, muncul banyak pertanyaan,” ucap Reader.
Seorang juru bicara pemerintah mengatakan rantai pasokan makanan di Inggris sangat kuat karena menguatnya produksi dalam negeri, dukungan impor hingga jalur perdagangan yang stabil. Namun, banyak petani yang melakukan perampingan biaya hingga terpaksa menutup usaha mereka. Para petani bahkan harus mengimpor lebih banyak lagi pakan ternak untuk beberapa waktu ke depan sehingga mendorong harga barang melonjak tinggi.
Selain energi, sektor peternakan Inggris juga mengalami kekurangan tenaga kerja. Seluruh industri di Inggris bahkan telah mendesak pemerintah untuk memberikan dukungan keuangan terkait hal tersebut. Meski demikian, Reader mengingatkan bahwa bantuan keuangan bukan menjadi prioritas. Sebaliknya, mereka mendorong warga untuk bertani dengan cara yang baik dan berkelanjutan.
“Menanam makanan adalah jangka panjang. Kita tidak bisa menyalakan keran hanya semalam. Banyak dari masalah ini yang akan memakan waktu beberapa bulan atau bertahun-tahun hingga muncul di sistem,”
“Bahkan jika kita memecahkan semua masalah itu hari ini, banyak dari mereka yang sudah bergerak. Kita akan menghadapi dampaknya sebelum kita dapat bangkit kembali dan itu benar-benar menakutkan,” tutup Reader. [Mohamad Deny Irawan]






















