London, Gontornews — Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson mengatakan, krisis diplomatik di Teluk akan berakhir hanya jika tuntutan Arab Saudi dan ketiga negara lainnya kepada Qatar dapat diukur dan realistis. Komentar Johnson ini dibuat tak lama setelah keempat negara Teluk yang dipimpin Saudi mengeluarkan 13 tuntutan kepada Qatar sebagai syarat pemulihan hubungan diplomatik, ekonomi dan transportasi.
“Kesatuan Teluk hanya dapat dipulihkan ketika semua negara yang terlibat bersedia untuk membahas persyaratan yang terukur dan realistis,” kata Boris Johnson pada hari Jumat (23/6), sebagaimana dikutip Aljazeera.
“Inggris meminta negara-negara Teluk untuk menemukan cara demi mencari solusi yang berdampak pada kehidupan sehari-hari orang-orang di kawasan ini,” papar Johnson menambahkan.
Seperti diketahui, Saudi dan ketiga negara lainnya telah memberi Qatar waktu 10 hari untuk memenuhi 13 tuntutan sebagai syarat dicabutnya blokade dan pemulihan hubungan diplomatik. Tuntutan itu antara lain: Qatar harus menutup stasiun televisi Aljazeera Media Network, menutup pangkalan militer Turki, mengurangi hubungan dengan Iran, dan memutuskan hubungan dengan Ikhwanul Muslimin dan dengan kelompok lain, termasuk Hizbullah, al-Qaeda dan ISIS. [Rusdiono Mukri]




















