15
Tonton Selengkapnya
32 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 4 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Inpirasi Ihwal

Inilah 4 Dokter Arab yang Meninggal di Garis Depan Pandemi COVID-19 di Italia

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
13 April 2020
in Ihwal
0
Prosesi pemakaman dokter Palestina, Tahsin Khrisat, yang dimakamkan di bagian Muslim di pemakaman umum Brescia [foto: milik keluarga]

Sisilia, Gontornews — Samar Sinjab, wanita Suriah berusia 62 tahun yang lahir di Damaskus dan tinggal di wilayah Veneto, Italia timur laut sejak 1994, menjadi dokter ke-100 yang mati di garis depan pandemi virus corona di Italia.

Dia tertular virus dari seorang pasien pada tahap awal pandemi dan meninggal setelah menghabiskan dua pekan sisa umurnya di unit perawatan intensif.

Dia bekerja sampai hari-hari terakhirnya. Pesan WhatsApp terakhir dia kirim kepada salah satu pasiennya, menurut surat kabar Corriere della Sera.

Lebih dari 18.000 orang telah meninggal di Italia akibat COVID-19, penyakit yang telah menginfeksi lebih dari 143.000 orang di negara itu.

BACA JUGA

Alumnus Gontor Ini Siap Pimpin KOSGORO 1957

Irwan Budi Dididik Keras Ayah Ngontel di Jalanan Kini Jadi Pengusaha dan Rintis Pesantren Tahfidz Preneur Sragen

In Memoriam Ustadz Syarif Abadi: Berkhidmat dalam Sunyi

Dr Awaluddin Faj Praktisi Strategi Promosi Lembaga Pendidikan Islam

Dr Awaluddin Faj, MPd: Motivator Alumni UNIDA Gontor dengan Segudang Prestasi

Lebih dari 8.000 petugas kesehatan telah terinfeksi, mayoritas di wilayah utara, menurut Institut Kesehatan Nasional Italia, dan setidaknya 100 dokter telah meninggal.

Dokter keluarga yang mengunjungi pasien di rumah, tanpa alat pelindung diri (APD), merupakan dokter pertama yang tertular virus.

Menurut Asosiasi Dokter Asing di Italia, ada sekitar 20.000 dokter keturunan dari berbagai negara. Dari jumlah tersebut, 3.700 berasal dari Timur Tengah. Sejak 1960-an, banyak pemuda Arab belajar ilmu kedokteran di Italia.

“Melayani tanah air kedua kami merupakan tugas yang tidak perlu dipertanyakan lagi. Apalagi ini keadaan darurat yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Foad Aodi, presiden asosiasi, kepada Aljazeera.

“Akibat merawat pasien, setidaknya 15 dokter Arab dilaporkan telah dirawat di rumah sakit, tiga di antaranya saat ini berada di ruang  ICU dengan kondisi parah. Kami juga kehilangan beberapa rekan dan teman kami. Kendati kami berduka, kami masih berkomitmen pada Italia dan profesi kami.”

Inilah profil empat dokter Arab yang kehilangan nyawa dalam pandemi ini:

 

Abdel Sattar Airoud

Airoud lahir di Aleppo, Suriah, pada tahun 1945. Pada usia 19, ia memulai mimpinya dan tiba di Italia untuk belajar ilmu kedokteran. Dia mempelajari spesialisasi onkologi dan penyakit dalam di University of Bologna, di bagian utara negara itu.

Setelah empat tahun di klinik swasta, ia membuka praktik sendiri di sebuah kota dekat Piacenza, di wilayah Emilia-Romagna, dan menjadi dokter keluarga yang terkenal.

“Dia sangat murah hati dan baik. Dia membantu saya dalam tiga kehamilan. Dia tidak pernah mengeluh kalau saya telepon karena saya mengkhawatirkan kehamilan saya. Dia dokter yang dirindukan, juga teman yang baik,” tutur Anita Santelli, salah satu pasiennya, kepada Aljazeera.

Putri sulungnya, Kinda Airoud (35), mengatakan, “Ayah saya tidak pernah melupakan akarnya, Suriah, yang merupakan bagian dari pendidikan kami.”

Dia telah lima tahun pensiun, tetapi kembali bekerja ketika epidemi coronavirus menyerang Italia. Dia tidak ingin meninggalkan mantan pasiennya pada waktu yang sulit.

“Kami menghabiskan waktu setiap musim panas di Suriah, sampai perang dimulai. Tapi dia juga berhutang kepada negara yang menyambutnya, jadi wajar baginya membantu pasien yang telah berhubungan dengannya.”

Airoud adalah salah satu dokter pertama yang terkena virus corona dari seorang pasien. Saat ia menunjukkan gejala ringan, ia dites negatif pada awalnya. “Lalu tiba-tiba di suatu malam kondisinya memburuk, lalu kami memanggil ambulans. Saat itulah kami terakhir kali melihatnya,” kata Kinda.

Airoud meninggal pada 16 Maret. Mayatnya dimakamkan di Brescia, sebuah kota yang hampir dua jam jauhnya dari Piacenza karena di Piacenza tidak ada pekuburan untuk Muslim saat itu.

Setelah warga Suriah kedua meninggal, walikota Piacenza menyediakan lahan khusus untuk pemakaman Muslim agar mereka lebih dekat dengan orang-orang yang mereka cintai.

 

Tahsin Khrisat

Seorang warga Palestina dari Yordania, Khrisat yang berusia 66 tahun bekerja di Brescia, salah satu kota yang paling terpukul di wilayah Lombardy.

“Dia telah kehilangan istrinya beberapa tahun yang lalu, dan menderita karenanya,” kata Federica Maestri, mantan kolega Khrisat, kepada Aljazeera.

Dia mengatakan, merebaknya epidemi virus corona tidak membuatnya ‘pensiun’ bahkan sebaliknya membuatnya lebih peka dan empati terhadap orang lain.

Dia baik, penuh kasih sayang, humoris, dan sebagai dokter UGD, dia suka berbagi cerita tentang masa kecilnya di Amman ketika ada waktu ‘istirahat yang langka’ dalam shift malam yang panjang.

Dia membuka klinik pribadi. “Hampir setiap hari, Tahsin akan mengirim pesan selamat pagi atau menyemangati teman-teman dan pasiennya, untuk mengingatkan mereka akan kehadirannya jika dibutuhkan. Itu caranya mengatakan, ‘Aku akan selalu ada untukmu’,” kata Maestri.

Pada hari-hari awal pandemi, ia terinfeksi oleh seorang pasien.

“Kami menggunakan fitur Facebook Live untuk mengabari kerabat baik di Italia dan Yordania perasaan  berduka yang mendalam,” papar Raisa Labaran, juru bicara Pusat Kebudayaan Islam Brescia, kepada Aljazeera.

Penyakit jantungnya membuatnya lebih rentan terhadap virus. Dia meninggal pada 22 Maret. Hanya imam dan karyawan dari rumah duka Muslim setempat yang diizinkan menghadiri pemakamannya.

Jenazahnya dimakamkan di pemakaman umum Brescia, di bagian khusus pemakaman Muslim. Banyaknya warga yang meninggal akibat corona telah membuat kritis ketersediaan lahan untuk pemakaman. “Sekarang hanya ada 20 tempat yang tersisa di pekuburan, dengan situasi kuncian saat ini, sulit untuk mengatur pemakaman atau memulangkan jenazah ke negara asal mereka.

“Ketakutan akan kemungkinan kremasi, yang dilarang dalam Islam, menambah perasaan cemas itu,” kata Labaran.

 

Abdulghani Makki

Lahir di Aleppo, Suriah, pada tahun 1941, Makki tidak hanya dikenal sebagai dokter tetapi juga sebagai pilar budaya di komunitas lokalnya di Sant’Elpidio a Mare, di wilayah Marche, Italia.

“Dia adalah simbol integrasi budaya, kisahnya akan menjadi warisannya,” kata temannya, Corrado Virgili, yang terakhir kali melihatnya pada 2 Maret.

Setelah mempelajari kedokteran dan ilmu operasi di Italia, dia berencana untuk kembali ke Suriah. Tetapi dia jatuh cinta kepada wanita Italia.

Makki membantu putri sulungnya, Leila, membuka dan menjalankan klinik keluarga.

“Dia sangat bersemangat untuk membantu pasiennya, tidak pernah melupakan perannya sebagai suami, ayah, dan kakek,” kata Leila kepada Aljazeera.

Di sela-sela profesinya sebagai dokter, Makki gemar bercerita kepada cucunya dan menuliskannya dalam buku untuk anak-anak. Dalam kisahnya, Makki mencampurkan tradisi Arab dan Italia untuk mendorong dialog antarbudaya di komunitas lokalnya.

Leila mengatakan cinta ayahnya untuk Suriah dan Italia setara. “Di rumah tangga kami, tidak ada perbedaan antara Muslim dan Kristen, Italia atau Suriah. Aku dan adikku tumbuh dengan pemahaman yang lebih luas tentang umat manusia. Terima kasih kepada ayah,” katanya.

Makki meninggal pada 24 Maret, dalam usia 79 tahun. Buku terbarunya, diilustrasikan oleh temannya Virgili, akan diterbitkan secara anumerta dengan  tajuk Mariam and the Savannah Queen.

 

Ghvont Mouradian

Dikenal dengan nama panggilan Revont, Mouradian meninggal pada 29 Maret, dalam usia 61 tahun.

Selain mempelajari kedokteran modern, ia juga ahli dalam akupunktur dan hidroterapi.

Mouradian lahir dari keluarga Armenia di Qamishli, Suriah bagian utara, tempat ia menghabiskan masa kecilnya.

Dia pergi ke India untuk belajar ginekologi dan pada tahun 1987, dan ke Italia untuk mengambil spesialisasi dalam bidang hidrologi medis di University of Pavia.

Dia menjadi dokter termal yang disegani di Salsomaggiore, sebuah kota di Italia bagian utara yang dikenal karena pemandian air panasnya, tempat dia terus merawat pasiennya sampai kota itu dikunci.

Kerabat Mouradian, baik di Suriah maupun Lebanon, sangat sedih karena tidak bisa memberikan penghormatan terakhir karena pembatasan perjalanan.

Keponakannya di Beirut, Sarkis Kerkezian, menulis di Facebook: “Dia ada di sana untuk kita semua pada saat kesulitan dan ketika kita memiliki masalah kesehatan.”

“Pria dengan selera humor yang unik, baik hati, mencintai dan peduli kepada semua keluarga dan teman-temannya. Dia meninggalkan jejak kepada semua orang yang mengenalnya, dengan semangat uniknya.”

Rekannya Roberta Bianchi mengatakan di halaman media sosialnya: “Ketika Anda pergi ke India atau Cina selama beberapa pekan, semua orang akan merindukan Anda. Sekarang Anda pergi selamanya, Anda akan meninggalkan kekosongan yang tidak dapat dijembatani. Dia adalah seorang kolega, seorang teman, penuntun spiritual bagi kita semua. ”

Mirko Avesani, seorang ahli saraf dari wilayah Lombardy yang mengenal Mouradian, mengatakan kepada Aljazeera bahwa dokter-dokter Arab ini, yang telah memberikan pengorbanan tertinggi, harus selalu diingat. “Imigrasi seharusnya tidak hanya dikaitkan dengan masalah. Pengorbanan para dokter ini memberi kita pelajaran penting untuk referensi di masa depan,” katanya. []

Tags: IndiaItaliaLebanonPalestinaPandemiSuriahVirus Corona
Share24Tweet15Send
Previous Post

Lewat Lagu Kiai Gontor Ajak Introspeksi di Tengah Pandemi COVID-19

Next Post

Covid-19 di Indonesia; 4.557 Kasus dan 399 Meninggal

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

29 May 2026
Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

29 May 2026
Mendidik Manusia, Bukan Mesin

Mendidik Manusia, Bukan Mesin

28 May 2026
Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

30 May 2026
Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

29 May 2026
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

0
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

0
Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

0
Sakinah Finance, AirNav Indonesia, dan BPJPH Berdayakan 100 Penyandang Disabilitas melalui Literasi Keuangan Syariah, Pelatihan Bisnis, dan Qurban Inklusif

Sakinah Finance, AirNav Indonesia, dan BPJPH Berdayakan 100 Penyandang Disabilitas melalui Literasi Keuangan Syariah, Pelatihan Bisnis, dan Qurban Inklusif

0
BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

0
Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

1 June 2026
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

1 June 2026
BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

1 June 2026
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

31 May 2026
BAZNAS RI Salurkan Daging Kurban bagi Masyarakat Prasejahtera di Kampung Pemulung Jurangmangu

BAZNAS RI Salurkan Daging Kurban bagi Masyarakat Prasejahtera di Kampung Pemulung Jurangmangu

31 May 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result