pesanan-majalah-edisi-khusus
32 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 7 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Inpirasi Ihwal

Inilah 4 Dokter Arab yang Meninggal di Garis Depan Pandemi COVID-19 di Italia

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
13 April 2020
in Ihwal
0
Prosesi pemakaman dokter Palestina, Tahsin Khrisat, yang dimakamkan di bagian Muslim di pemakaman umum Brescia [foto: milik keluarga]

Sisilia, Gontornews — Samar Sinjab, wanita Suriah berusia 62 tahun yang lahir di Damaskus dan tinggal di wilayah Veneto, Italia timur laut sejak 1994, menjadi dokter ke-100 yang mati di garis depan pandemi virus corona di Italia.

Dia tertular virus dari seorang pasien pada tahap awal pandemi dan meninggal setelah menghabiskan dua pekan sisa umurnya di unit perawatan intensif.

Dia bekerja sampai hari-hari terakhirnya. Pesan WhatsApp terakhir dia kirim kepada salah satu pasiennya, menurut surat kabar Corriere della Sera.

Lebih dari 18.000 orang telah meninggal di Italia akibat COVID-19, penyakit yang telah menginfeksi lebih dari 143.000 orang di negara itu.

BACA JUGA

Alumnus Gontor Ini Siap Pimpin KOSGORO 1957

Irwan Budi Dididik Keras Ayah Ngontel di Jalanan Kini Jadi Pengusaha dan Rintis Pesantren Tahfidz Preneur Sragen

In Memoriam Ustadz Syarif Abadi: Berkhidmat dalam Sunyi

Dr Awaluddin Faj Praktisi Strategi Promosi Lembaga Pendidikan Islam

Dr Awaluddin Faj, MPd: Motivator Alumni UNIDA Gontor dengan Segudang Prestasi

Lebih dari 8.000 petugas kesehatan telah terinfeksi, mayoritas di wilayah utara, menurut Institut Kesehatan Nasional Italia, dan setidaknya 100 dokter telah meninggal.

Dokter keluarga yang mengunjungi pasien di rumah, tanpa alat pelindung diri (APD), merupakan dokter pertama yang tertular virus.

Menurut Asosiasi Dokter Asing di Italia, ada sekitar 20.000 dokter keturunan dari berbagai negara. Dari jumlah tersebut, 3.700 berasal dari Timur Tengah. Sejak 1960-an, banyak pemuda Arab belajar ilmu kedokteran di Italia.

“Melayani tanah air kedua kami merupakan tugas yang tidak perlu dipertanyakan lagi. Apalagi ini keadaan darurat yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Foad Aodi, presiden asosiasi, kepada Aljazeera.

“Akibat merawat pasien, setidaknya 15 dokter Arab dilaporkan telah dirawat di rumah sakit, tiga di antaranya saat ini berada di ruang ย ICU dengan kondisi parah. Kami juga kehilangan beberapa rekan dan teman kami. Kendati kami berduka, kami masih berkomitmen pada Italia dan profesi kami.”

Inilah profil empat dokter Arab yang kehilangan nyawa dalam pandemi ini:

 

Abdel Sattar Airoud

Airoud lahir di Aleppo, Suriah, pada tahun 1945. Pada usia 19, ia memulai mimpinya dan tiba di Italia untuk belajar ilmu kedokteran. Dia mempelajari spesialisasi onkologi dan penyakit dalam di University of Bologna, di bagian utara negara itu.

Setelah empat tahun di klinik swasta, ia membuka praktik sendiri di sebuah kota dekat Piacenza, di wilayah Emilia-Romagna, dan menjadi dokter keluarga yang terkenal.

“Dia sangat murah hati dan baik. Dia membantu saya dalam tiga kehamilan. Dia tidak pernah mengeluh kalau saya telepon karena saya mengkhawatirkan kehamilan saya. Dia dokter yang dirindukan, juga teman yang baik,” tutur Anita Santelli, salah satu pasiennya, kepada Aljazeera.

Putri sulungnya, Kinda Airoud (35), mengatakan, “Ayah saya tidak pernah melupakan akarnya, Suriah, yang merupakan bagian dari pendidikan kami.”

Dia telah lima tahun pensiun, tetapi kembali bekerja ketika epidemi coronavirus menyerang Italia. Dia tidak ingin meninggalkan mantan pasiennya pada waktu yang sulit.

“Kami menghabiskan waktu setiap musim panas di Suriah, sampai perang dimulai. Tapi dia juga berhutang kepada negara yang menyambutnya, jadi wajar baginya membantu pasien yang telah berhubungan dengannya.”

Airoud adalah salah satu dokter pertama yang terkena virus corona dari seorang pasien. Saat ia menunjukkan gejala ringan, ia dites negatif pada awalnya. “Lalu tiba-tiba di suatu malam kondisinya memburuk, lalu kami memanggil ambulans. Saat itulah kami terakhir kali melihatnya,” kata Kinda.

Airoud meninggal pada 16 Maret. Mayatnya dimakamkan di Brescia, sebuah kota yang hampir dua jam jauhnya dari Piacenza karena di Piacenza tidak ada pekuburan untuk Muslim saat itu.

Setelah warga Suriah kedua meninggal, walikota Piacenza menyediakan lahan khusus untuk pemakaman Muslim agar mereka lebih dekat dengan orang-orang yang mereka cintai.

 

Tahsin Khrisat

Seorang warga Palestina dari Yordania, Khrisat yang berusia 66 tahun bekerja di Brescia, salah satu kota yang paling terpukul di wilayah Lombardy.

“Dia telah kehilangan istrinya beberapa tahun yang lalu, dan menderita karenanya,” kata Federica Maestri, mantan kolega Khrisat, kepada Aljazeera.

Dia mengatakan, merebaknya epidemi virus corona tidak membuatnya โ€˜pensiunโ€™ bahkan sebaliknya membuatnya lebih peka dan empati terhadap orang lain.

Dia baik, penuh kasih sayang, humoris, dan sebagai dokter UGD, dia suka berbagi cerita tentang masa kecilnya di Amman ketika ada waktu โ€˜istirahat yang langkaโ€™ dalam shift malam yang panjang.

Dia membuka klinik pribadi. “Hampir setiap hari, Tahsin akan mengirim pesan selamat pagi atau menyemangati teman-teman dan pasiennya, untuk mengingatkan mereka akan kehadirannya jika dibutuhkan. Itu caranya mengatakan, ‘Aku akan selalu ada untukmu’,” kata Maestri.

Pada hari-hari awal pandemi, ia terinfeksi oleh seorang pasien.

“Kami menggunakan fitur Facebook Live untuk mengabari kerabat baik di Italia dan Yordania perasaan ย berduka yang mendalam,” papar Raisa Labaran, juru bicara Pusat Kebudayaan Islam Brescia, kepada Aljazeera.

Penyakit jantungnya membuatnya lebih rentan terhadap virus. Dia meninggal pada 22 Maret. Hanya imam dan karyawan dari rumah duka Muslim setempat yang diizinkan menghadiri pemakamannya.

Jenazahnya dimakamkan di pemakaman umum Brescia, di bagian khusus pemakaman Muslim. Banyaknya warga yang meninggal akibat corona telah membuat kritis ketersediaan lahan untuk pemakaman. “Sekarang hanya ada 20 tempat yang tersisa di pekuburan, dengan situasi kuncian saat ini, sulit untuk mengatur pemakaman atau memulangkan jenazah ke negara asal mereka.

“Ketakutan akan kemungkinan kremasi, yang dilarang dalam Islam, menambah perasaan cemas itu,” kata Labaran.

 

Abdulghani Makki

Lahir di Aleppo, Suriah, pada tahun 1941, Makki tidak hanya dikenal sebagai dokter tetapi juga sebagai pilar budaya di komunitas lokalnya di Sant’Elpidio a Mare, di wilayah Marche, Italia.

“Dia adalah simbol integrasi budaya, kisahnya akan menjadi warisannya,” kata temannya, Corrado Virgili, yang terakhir kali melihatnya pada 2 Maret.

Setelah mempelajari kedokteran dan ilmu operasi di Italia, dia berencana untuk kembali ke Suriah. Tetapi dia jatuh cinta kepada wanita Italia.

Makki membantu putri sulungnya, Leila, membuka dan menjalankan klinik keluarga.

“Dia sangat bersemangat untuk membantu pasiennya, tidak pernah melupakan perannya sebagai suami, ayah, dan kakek,” kata Leila kepada Aljazeera.

Di sela-sela profesinya sebagai dokter, Makki gemar bercerita kepada cucunya dan menuliskannya dalam buku untuk anak-anak. Dalam kisahnya, Makki mencampurkan tradisi Arab dan Italia untuk mendorong dialog antarbudaya di komunitas lokalnya.

Leila mengatakan cinta ayahnya untuk Suriah dan Italia setara. “Di rumah tangga kami, tidak ada perbedaan antara Muslim dan Kristen, Italia atau Suriah. Aku dan adikku tumbuh dengan pemahaman yang lebih luas tentang umat manusia. Terima kasih kepada ayah,” katanya.

Makki meninggal pada 24 Maret, dalam usia 79 tahun. Buku terbarunya, diilustrasikan oleh temannya Virgili, akan diterbitkan secara anumerta dengan ย tajuk Mariam and the Savannah Queen.

 

Ghvont Mouradian

Dikenal dengan nama panggilan Revont, Mouradian meninggal pada 29 Maret, dalam usia 61 tahun.

Selain mempelajari kedokteran modern, ia juga ahli dalam akupunktur dan hidroterapi.

Mouradian lahir dari keluarga Armenia di Qamishli, Suriah bagian utara, tempat ia menghabiskan masa kecilnya.

Dia pergi ke India untuk belajar ginekologi dan pada tahun 1987, dan ke Italia untuk mengambil spesialisasi dalam bidang hidrologi medis di University of Pavia.

Dia menjadi dokter termal yang disegani di Salsomaggiore, sebuah kota di Italia bagian utara yang dikenal karena pemandian air panasnya, tempat dia terus merawat pasiennya sampai kota itu dikunci.

Kerabat Mouradian, baik di Suriah maupun Lebanon, sangat sedih karena tidak bisa memberikan penghormatan terakhir karena pembatasan perjalanan.

Keponakannya di Beirut, Sarkis Kerkezian, menulis di Facebook: “Dia ada di sana untuk kita semua pada saat kesulitan dan ketika kita memiliki masalah kesehatan.โ€

“Pria dengan selera humor yang unik, baik hati, mencintai dan peduli kepada semua keluarga dan teman-temannya. Dia meninggalkan jejak kepada semua orang yang mengenalnya, dengan semangat uniknya.”

Rekannya Roberta Bianchi mengatakan di halaman media sosialnya: “Ketika Anda pergi ke India atau Cina selama beberapa pekan, semua orang akan merindukan Anda. Sekarang Anda pergi selamanya, Anda akan meninggalkan kekosongan yang tidak dapat dijembatani. Dia adalah seorang kolega, seorang teman, penuntun spiritual bagi kita semua. ”

Mirko Avesani, seorang ahli saraf dari wilayah Lombardy yang mengenal Mouradian, mengatakan kepada Aljazeera bahwa dokter-dokter Arab ini, yang telah memberikan pengorbanan tertinggi, harus selalu diingat. “Imigrasi seharusnya tidak hanya dikaitkan dengan masalah. Pengorbanan para dokter ini memberi kita pelajaran penting untuk referensi di masa depan,” katanya. []

Tags: IndiaItaliaLebanonPalestinaPandemiSuriahVirus Corona
Share24Tweet15Send
Previous Post

Lewat Lagu Kiai Gontor Ajak Introspeksi di Tengah Pandemi COVID-19

Next Post

Covid-19 di Indonesia; 4.557 Kasus dan 399 Meninggal

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

5 August 2026
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

25 July 2026
Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

2 August 2026
FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

3 August 2026
Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

3 August 2026
saiful falah pemerhati pendidikan

Wilayah Bogor Barat Butuh Keragaman Sarjana

0
Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

0
Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

0
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

0
FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

0
saiful falah pemerhati pendidikan

Wilayah Bogor Barat Butuh Keragaman Sarjana

6 August 2026
Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

6 August 2026
Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

6 August 2026
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

5 August 2026
BAZNAS dan PP PERSIS Perkuat Kerjasama Program Strategis

BAZNAS dan PP PERSIS Perkuat Kerjasama Program Strategis

4 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Silahkan daftar melalui link ini : https://tinyurl.com/iklan-magonatau link bisa lihat di profile
  • Batas Akhir 7 Agustus 2026
Link Pendaftaran ada di profile"Kesempatan boleh datang berkali-kali, tetapi momen 100 Tahun Gontor hanya terjadi sekali. Jangan hanya menjadi saksi sejarah. Jadilah bagian dari sejarah."
  • Sistim pendafaran otomatis akan tertutup pada tanggal 7 Agustus 2026.
  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri
  • KHUSUS ALUMNI GONTOR ๐Ÿ“ฃPerkenalkan usaha Anda.
Majalah Gontor Edisi Khusus September 2026 โ€“ Spesial 100 Tahun Gontor.โœ”๏ธ Perkenalkan usaha Anda kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.
โœ”๏ธ Kontribusi Rp1.500.000.
โœ”๏ธ Pendaftaran hingga 7 Agustus 2026 atau kuota terpenuhi.๐Ÿ“ https://tinyurl.com/iklan-magon๐Ÿ“ž 0877-8707-2412 | 0813-1510-6479
  • Ada momen yang bisa diulang, ada pula yang hanya terjadi sekali dalam sejarah. Jangan lewatkan kesempatan memperkenalkan usaha Anda pada Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Link Pendaftaran :
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg#majalahgontor #gontornews #walisantrigontor #gontor
  • Kesempatan yang Tidak Datang Dua KaliJadilah bagian dari Edisi Khusus Majalah Gontor September 2026 dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Kami mengundang Wali Santri Gontor yang memiliki usaha untuk memperkenalkan produknya kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia melalui edisi koleksi yang akan menjadi bagian dari sejarah.๐Ÿ“Œ Kontribusi seikhlasnya
๐Ÿ“Œ Syarat: Anak masih aktif sebagai santri Gontor
๐Ÿ“Œ Pendaftaran hanya sampai 7 Agustus 2026Kirimkan:
โœ… Logo Usaha
โœ… Foto Produk
โœ… Deskripsi Singkat
โœ… Website/Sosial Media (jika ada)๐Ÿ“ฒ Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg๐Ÿ“ž Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479#majalahgontor #100tahungontor #walisantri #pengusahamuslim #gontornews #pesantrengontor #gontor
  • EDISI KHUSUS SPESIAL 100 TAHUN GONTOR TELAH TERBIT! โœจPerjalanan satu abad tidak datang dua kali.๐Ÿ“– Majalah Gontor Edisi Juli & Agustus 2026 hadir sebagai bagian dari koleksi bersejarah 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Mengangkat perjalanan, gagasan, dan kontribusi Gontor dalam membangun peradaban, dua edisi ini layak menjadi koleksi bagi setiap keluarga besar Gontor.Jangan menunggu sampai stok habis.
๐Ÿ“š Pesan sekarang:
๐Ÿ‘‰ https://bit.ly/pesan-majalah๐ŸŒ www.gontornews.com#majalahgontor #100tahungontor #gontor #pondokmoderngontor #mediaperekatumat #unidagontor #keluargabesargontor #alumnigontor #walisantrigontor #koleksibersejarah
  • Dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Gontor membuka kesempatan bagi 100 UMKM milik wali santri untuk menjadi bagian dari Edisi Khusus September 2026.๐Ÿ“Œ Yang ditampilkan:
โœ… Logo/Nama Usaha
โœ… Foto Produk
โœ… Deskripsi Singkat
โœ… Website/Media Sosial (jika ada)๐Ÿ’š Kontribusi seikhlasnya
โš ๏ธ Kuota hanya 100 UMKM.Jadilah bagian dari edisi koleksi bersejarah yang akan dibaca dan disimpan oleh keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.๐Ÿ“ฒ Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg๐Ÿ“ž Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479

ยฉ 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
โ–ฒ
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result