Jakarta, Gontornews — Presiden Joko Widodo menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 31 Tahun 2016 tentang Penetapan Gambar Pahlawan Nasional Sebagai Gambar Utama pada Bagian Depan Rupiah Kertas dan Rupiah Logam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ada 11 gambar pahlawan yang ditetapkan.
Berikut daftarnya seperti dikutip dari laman Setkab.go.id:
- Gambar Pahlawan Nasional Dr (HC) Ir Soekarno dan Dr (HC) Drs Mohammad Hatta sebagai gambar utama pada bagian depan rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp 100 ribu (seratus ribu rupiah);
- Gambar Pahlawan Nasional Ir H Djuanda Kartawidjaja sebagai gambar pada bagian depan rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp 50 ribu (lima puluh ribu rupiah);
- Gambar Pahlawan Nasional Dr GSSJ Ratulangi sebagai gambar pada bagian depan rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp 20 ribu (dua puluh ribu rupiah);
- Gambar Pahlawan Nasional Frans Kaisiepo sebagai gambar pada bagian depan rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp 10 ribu (sepuluh ribu rupiah);
- Gambar Pahlawan Nasional Dr KH Idham Chalid sebagai gambar pada bagian depan rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp 5.000 (lima ribu rupiah);
- Gambar Pahlawan Nasional Mohammad Hoesni Thamrin sebagai gambar pada bagian depan rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp 2.000 (dua ribu rupiah);
- Gambar Pahlawan Nasional Tjut Meutiah sebagai gambar pada bagian depan rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp 1.000 (seribu rupiah);
- Gambar Pahlawan Nasional Mr I Gusti Ketut Pudja sebagai gambar pada bagian depan rupiah logam NKRI dengan pecahan Rp 1.000 (seribu rupiah);
- Gambar Pahlawan Nasional Letnan Jenderal TNI (Purn) Tahi Bonar Simatupang sebagai gambar pada bagian depan rupiah logam NKRI dengan pecahan Rp 500 (lima ratus rupiah);
- Gambar Pahlawan Nasional Dr Tjiptomangunkusumo sebagai gambar pada bagian depan rupiah logam NKRI dengan pecahan Rp 200 (dua ratus rupiah);
- Gambar Pahlawan Nasional Prof Dr Ir Herman Johanes sebagai gambar pada bagian depan rupiah logam NKRI dengan pecahan Rp 100 (seratus rupiah).
Berdasarkan Keppres tersebut, penggunaan gambar dan nama Pahlawan Nasional sebagaimana dimaksud telah mendapat persetujuan dari ahli waris masing-masing pahlawan nasional. Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan yakni pada 5 September 2016. [Fathurroji/Rus]




















