Moskow, Gontornews — Kementerian Pertahanan Rusia telah mengakui bahwa wajib militer Rusia dikirim ke Ukraina meskipun sebelumnya telah berulang kali dibantah oleh Presiden Vladimir Putin.
“Sayangnya, kami telah menemukan beberapa fakta tentang kehadiran wajib militer di unit yang mengambil bagian dalam operasi militer khusus di Ukraina. Praktis semua tentara tersebut telah ditarik ke Rusia,” kata Kementerian Pertahanan dalam sebuah pernyataan dikutip dw.com.
Sinyal tentang hal ini pertama kali dimunculkan oleh ibu-ibu yang anak-anaknya mengikuti wajib militer. Mereka mengatakan telah kehilangan kontak dengan putra-putranya tak lama setelah Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari.
Putin berulang kali mengklaim bahwa hanya tentara profesional yang digunakan. Pada hari Rabu (9/3) Kremlin mengakui bahwa wajib militer memang telah dikirim, dan beberapa telah ditawan.
Kementerian juga mengatakan sedang meluncurkan penyelidikan untuk menghukum mereka yang diduga tidak mematuhi perintah untuk tidak menggunakan wajib militer.[]

















