Jakarta, Gontornews–Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mengemukakan, dalam kasus dana sumbangan umat untuk aksi demo 411, polisi bertindak cepat dengan melakukan pengusutan. Padahal tidak ada uang negara yang digunakan untuk aksi demo damai itu. Oleh karena itu Polri nyata-nyata telah mempertontonkan arogansinya mengusut sumbangan umat.
Sebaliknya dalam kasus sumbangan Teman Ahok menerima dana Rp 35 miliar Polri tidak mengusutnya. Begitu juga saat Polri menerima hibah dari Pemprov DKI Jakarta tidak ada yang mempermasalahkannya.
βJika Polri terus bersikap diskriminatif maka publik akan antipati pada kepolisian dan Polri semakin tidak dipercaya lagi oleh masyarakat. Ada apa dengan Polri akhir-akhir ini. Kenapa Polri tidak profesional dan proporsional dan cenderung pilih kasih,β papar Neta.
Dia mengatakan rakyat bisa marah dan antipati terhadap Polri jika tetap pilih kasih dalam menangani kasus-kasus hukum.
Menurutnya saat ini ada aktivis muslim yang dikriminalisasi Polisi dengan tuduhan yang tidak berdasar. Sementara dana Teman Ahok yang mencapai Rp35 miliar dan oknum polisi yang memiliki rekening gendut tidak diusut.
βKemarahan masyarakat itu bisa diwujudkan dalam bentuk perlawanan,β ujar Neta kepada Harian Terbit, Kamis (23/2/2017). (fathur)




















