Yerusalem, Gontornews — Polisi Israel menutup dan membatalkan shalat Jumat di Masjid al-Aqsha dan menahan ulama Muslim di Yerusalem setelah tiga warga Palestina dan dua polisi Israel tewas dalam baku tembak di Kota Tua Yerusalem.
Sheikh Mohammad Ahmed Hussein, yang mengecam penutupan masjid tersebut, diciduk dari Bab Al-Asbat setelah memimpin doa terbuka.
“Polisi Israel menahan ayah saya dengan kekerasan dan membawanya ke tempat tujuan yang tidak diketahui,” kata Omar, putra mufti agung itu.
Hussein kemudian dibebaskan dengan jaminan US$ 2.800.
Aljazeera melaporkan dari Yerusalem, penutupan masjid untuk shalat Jumat ini merupakan pertama kalinya. “Tentu ini berpotensi meningkatkan ketegangan di antara sekitar 10.000 warga Palestina yang biasanya datang ke sini untuk beribadah.” Â
Sheikh Omar Keswani, seorang pejabat agama di al-Aqsha, mengecam penutupan dan pembatalan shalat Jumat.
“Melarang shalat Jumat adalah prosedur yang tidak adil,” kata Keswani. Â “Apa yang terjadi sebelumnya sekarang dimanfaatkan oleh Israel untuk memaksakan sebuah realitas baru di Masjid al-Aqsha.” [Rusdiono Mukri]




















