Roma, Gontornews — Pemerintah Italia memutuskan pada hari Kamis bahwa guru harus memiliki bukti kekebalan dari COVID-19 sebelum memasuki kelas. Bukti itu disebut Green Pass.
Green Pass juga diwajibkan bagi para wisatawan di kereta api, pesawat terbang, kapal laut, dan gerbong antarkota.
Green Pass adalah sertifikat digital atau kartu yang menunjukkan jika seseorang telah menerima setidaknya satu kali vaksin, telah dites negatif atau baru saja pulih dari virus corona.
Arabnews.com merilis, demi mempercepat vaksinasi untuk melawan varian Delta yang sangat menular, Pemerintah Italia telah menetapkan bahwa mulai 6 Agustus, Green Pass diwajibkan untuk aktivitas makan di dalam ruangan di restoran dan keperluan berbagai layanan serta kegiatan rekreasi.
Pada hari Kamis, meskipun ada sebagian masyarakat yang memprotes, kabinet Mario Draghi memperluas persyaratan Green Pass untuk semua guru, mahasiswa, dan transportasi jarak jauh mulai 1 September.
“Pemerintah memilih untuk berinvestasi sebanyak mungkin di Green Pass untuk menghindari penutupan dan untuk menjaga kebebasan,” kata Menteri Kesehatan Roberto Speranza kepada wartawan.
Guru tidak akan dapat bekerja tanpa sertifikat dan setelah lima hari absen mereka tidak akan digaji.
Italia mengikuti jejak Prancis, negara Eropa pertama yang mewajibkan bukti kekebalan untuk mengakses berbagai layanan dan tempat.
Langkah Presiden Prancis Emmanuel Macron memicu protes yang lebih besar daripada yang terlihat di Italia. Para pemrotes mengatakan, pemerintah telah menginjak-injak kebebasan, mendiskriminasikan yang tidak divaksinasi, dan melanggar aturan Uni Eropa.
Namun pada hari Kamis pengadilan tinggi Prancis memutuskan bahwa izin kesehatan tidak bertentangan dengan konstitusi.
Italia melaporkan 27 kematian terkait virus corona pada Kamis dibandingkan 21 kematian sehari sebelumnya, kata kementerian kesehatan. Sementara jumlah harian infeksi baru naik menjadi 7.230 dari 6.596.
Negara ini telah mencatat 128.163 kematian akibat COVID sejak wabah muncul pada Februari tahun lalu, jumlah korban tertinggi kedua di Eropa setelah Inggris dan tertinggi kedelapan di dunia. Italia telah mencatat 4,38 juta kasus.
Pada bulan Maret, hanya sebulan setelah menjabat, Draghi mewajibkan petugas kesehatan untuk divaksinasi. []





















