Mekkah, Gontornews –Jamaah haji Indonesia yang menderita sakit di Tanah Suci akan diprioritaskan kepulangannya ke Tanah Air. Keberangkatan mereka akan disesuaikan dengan ketersediaan kursi pada kloter-kloter awal kepulangan.
“Jamaah yang sakit tentu mendapat prioritas kepulangan ke Tanah Air lebih cepat dan masuk dalam kategori jamaah tanazul,” kata Kepala Daker Bandara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Arsyad Hidayat, Ahad (26/8), kepada tim Media Center Haji (MCH) Daker Bandara.
Ia mengatakan, pihaknya akan menyisir kekosongan kursi pada jamaah yang akan pulang pada kloter-kloter awal untuk diisi tempatnya oleh jamaah sakit yang akan dipulangkan.
Kekosongan kursi rombongan jamaah yang pulang ke Tanah Air dimungkinkan karena ada anggota kelompok terbang bersangkutan meninggal dunia atau berhalangan pulang bersama rombongan mereka.
Menurut Arsyad, nantinya jamaah sakit yang akan dipulangkan pada gelombang pertama ini akan didorong dari lokasinya dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekkah atau rumah sakit Arab Saudi ke KKHI Jeddah di Madinatul Hujjaj.
Di KKHI Jeddah akan ada proses stabilisasi terlebih dahulu. Bila dinyatakan bisa terbang, jamaah akan langsung diberangkatkan ke Bandara King Abdulaziz Jeddah. Akan ada pemeriksaan terakhir dari pihak kesehatan bandara menjelang naik pesawat.
“Pihak bandara dan maskapai ingin memastikan bahwa jamaah sakit tersebut tidak bermasalah selama dalam perjalanan,” kata Arsyad.
Petugas kesehatan juga nantinya akan mengobservasi apakah jamaah bersangkutan perlu dibaringkan selama penerbangan atau cukup dengan kursi tunggal. Hal tersebut kemudian dikoordinasikan dengan pihak Daker Bandara guna memastikan ketersediaan tempat duduk.
Pada akhir pemulangan jamaah ke Indonesia, ketika penerbangan ke debarkasi tertentu sudah habis, ada kemungkinan jamaah sakit tak tiba di bandara tempatnya berangkat. Pihak Kementerian Agama, imbuh Arsyad, akan memfasilitasi kepulangannya ke bandara tujuan.
Sejauh ini, KKHI Mekkah mencatat, telah melayani sebanyak 2.264 jamaah haji. “Dari jumlah itu, yang sempat dirawat sebanyak 654 jamaah dan yang masih dirawat sampai saat ini sebanyak 288 jamaah,” ujar Kepala KKHI Mekkah dr Nirwan Satriya, Ahad (26/8).
Sedangkan yang masih dirawat di rumah sakit Arab Saudi sebanyak 102 jamaah. Sementara jumlah jamaah yang wafat di Tanah Air hingga Ahad (26/8) tercatat sebanyak 160 jamaah. [Fathurroji]






















