10
Tonton Selengkapnya
31 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Wednesday, 17 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Jangan Seperti Kera Makan Manggis

Oleh Nur Hadi Ihsan, Guru Besar Ilmu Tasawuf Universitas Darussalam Gontor

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
2 February 2026
in Kolom
0
Jangan Seperti Kera Makan Manggis

Banyak orang gagal bukan karena tak menemukan yang dicari, melainkan karena tergesa menyimpulkan. Baru menyentuh permukaan, ia mengira telah sampai pada hakikat. Sedikit pahit di luar dijadikan keputusan. Maka ia seperti kera makan manggis: berhenti di kulit, lalu pergi sebelum menemukan isi. Dalam pendidikan, ketergesaan selalu berujung pada kegagalan memahami makna.

Perumpamaan ini sederhana, tetapi tajam, dan hidup dalam tradisi Gontor. Kera memakan manggis dari kulitnya—tebal dan pahit—lalu membuangnya. Bukan karena isinya buruk, melainkan karena ia berhenti pada lapisan pertama. Ia tidak cukup sabar untuk sampai ke dalam. Inilah pesan Pondok: jangan menilai dari kesan awal, dan jangan pulang sebelum menyentuh inti.

Berhenti di Kulit, Gagal di Makna

Banyak orang melihat Pondok dari luarnya saja. Apa yang tampak pertama kali adalah aturan, disiplin, larangan, teguran. Semua itu terasa “kulit”: keras, pahit, tidak nyaman. Maka ada yang baru sebentar menjalani, lalu menyimpulkan: “Berat.” “Tidak cocok.” “Terlalu menekan.”

BACA JUGA

Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

Berani untuk Bebas

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

Struktur dan Kultur

Padahal seperti manggis, kulit memang bukan untuk dinikmati. Ia ada untuk melindungi isi. Siapa yang berhenti di kulit, akan pulang dengan kesan pahit. Siapa yang sabar membuka dan masuk ke dalam, akan menemukan rasa yang sama sekali berbeda, lezat dan nikmat.

Kesabaran Kunci Memahami

Para ulama dan para pendidik besar selalu sepakat dalam satu hal: makna tidak pernah diberikan kepada jiwa yang tergesa. Imam al-Ghazali dalam Ihya’ ‘Ulum al-Din menegaskan bahwa jalan ilmu dan pembentukan diri selalu diawali dengan mujahadah—menahan diri dari reaksi cepat dan penilaian dangkal.

Dalam bahasa lain, Ibn ‘Ataillah al-Sakandari mengingatkan: “Siapa yang ingin memetik sebelum waktunya, ia akan kehilangan buahnya.” Gontor mendidik dengan logika ini. Nilai tidak langsung terasa. Manisnya tidak muncul di awal. Karena pendidikan bukan soal kesan pertama, tetapi ketekunan menjalani.

Kulit Itu Ujian, Bukan Tujuan

Kulit manggis tidak diciptakan untuk dimakan, tetapi untuk menjaga isi. Begitu pula disiplin dan aturan di Pondok. Ia bukan tujuan akhir, melainkan alat pembentuk jiwa. Tanpa kulit, isi akan rusak. Tanpa disiplin, nilai akan rapuh.

Dalam filsafat pendidikan, John Dewey menyebut bahwa pengalaman yang tidak nyaman sering kali justru menjadi pintu pembelajaran terdalam. Islam telah lama mengenalnya melalui konsep riyadlah—latihan yang terasa berat di awal, tetapi membersihkan batin di akhir.

Pondok Tidak Bisa Dicicipi Sekilas

Pondok bukan tempat untuk dicoba-coba. Ia bukan hidangan cepat saji. Ia proses panjang yang baru terasa maknanya setelah dijalani dengan sabar. Banyak alumni baru menyadari manisnya Pondok setelah bertahun-tahun keluar darinya—saat disiplin itu menjadi karakter, sanksi dan teguran itu menjadi kekuatan.

Seperti manggis, manisnya tidak diumumkan di kulitnya. Ia tersembunyi di dalam.

Penutup: Jangan Pulang Sebelum Sampai ke Inti

Ungkapan “jangan seperti kera makan manggis” bukan sindiran, tetapi peringatan penuh kasih. Jangan menilai dari luar. Jangan menyerah pada rasa pahit pertama. Jangan pergi sebelum sampai ke inti.

Pondok memang terasa berat di awal. Itu kulitnya. Tetapi siapa yang sabar membuka, siapa yang bertahan menunggu, akan menemukan isi yang manis dan nikmat. Dalam pendidikan—seperti dalam hidup—yang rugi bukan mereka yang belum mencicipi, tetapi mereka yang sudah dekat lalu pergi terlalu cepat. []

 

Mantingan, 2 Februari 2026

Tags: GontorPondokTasawuf
Share6Tweet4Send
Previous Post

Bersejarah! STTM ARFA Bojonegoro Gelar Wisuda Perdana

Next Post

Dari Tauhid ke Ekologi Lingkungan Hidup

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang Hadirkan Trainer Nasional 

Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang Hadirkan Trainer Nasional 

13 June 2026
Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

15 June 2026
Pandemi Covid-19 Sebabkan Defisit Masa Belajar Siswa

Berani untuk Bebas

11 June 2026
Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

30 August 2021
Bekali Karakter dan Visi Hidup, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar “Pesantren Wisuda”

Bekali Karakter dan Visi Hidup, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar “Pesantren Wisuda”

14 June 2026
Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

0
Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

0
Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

0
Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

0
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

0
Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

17 June 2026
Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

17 June 2026
Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

17 June 2026
Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

16 June 2026
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

16 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result