Jakarta, Gontornews — Calon jamaah haji harus menjaga kondisi kesehatannya menjelang keberangkatan ke Tanah Suci. Sesuai rencana, jamaah haji asal Indonesia mulai diberangkatkan ke Tanah Suci pada 28 Juli 2017 dari seluruh embarkasi di Indonesia.
Kasubag Humas Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Nirwan, sebagaimana dikutip kemenag.go.id, Selasa (27/6), mengatakan persiapan kesehatan sejak dari Tanah Air sangat penting mengingat kondisi di Arab Saudi berbeda dengan di Indonesia.
Nirwan meminta calon jamaah haji bisa mengatur waktu dengan baik sehingga cukup istirahat. “Jika kurang istirahat bisa menyebabkan kondisi kesehatan calon jamaah menurun,” paparnya.
Ia menyarankan kepada calon jamaah haji yang memiliki riwayat penyakit dan diharuskan membawa obat-obatan, maka obat yang dimaksud itu agar dicatatkan di Buku Kesehatan Jamaah Haji (BKJH) dan dicap oleh Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di embarkasi agar tidak menjadi masalah di proses imigrasi bandara kedatangan.
Suhu di Arab Saudi pada musim haji sekitar 42-50 derajat Celcius. Karena itu, jamaah dihimbau memperbanyak kegiatan di dalam gedung. “Bila terpaksa keluar gedung, jamaah harus memakai pelindung kepala dan kacamata hitam,” ujar Nirwan.
Selain itu, “Jangan lupa senantiasa minum air agar terhindar dehidrasi yang diakibatkan suhu udara begitu panas. Jangan lupa membawa semprotan wajah, sesekali wajah dapat disemprot dengan air dan sering basahi rambut juga dengan air.” [Rusdiono Mukri]



















