Palo Alto, Gontornews — Facebook mengumumkan, pihaknya telah menghapus sekitar 66.000 postingan ajaran kebencian dalam seminggu dalam dua bulan terakhir.
Perusahaan tersebut mengatakan dalam sebuah blog bahwa menghapus tulisan bisa “terasa seperti penyensoran”, namun saat ini pihaknya sedang berusaha menjelaskan prosesnya dengan lebih baik dan memperbaiki penegakannya.
Facebook mendefinisikan ujaran kebencian sebagai serangan terhadap orang berdasarkan ras, orientasi seksual dan hal-hal lain yang bersifat privasi.
Sebagai bagian dari upaya itu, Facebook mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk mempekerjakan 3.000 orang tambahan di tahun depan. Jumlah itu  akan melengkapi 4.500 orang yang saat ini bekerja ‘melakukan sensor’ ujaran kebencian. [Rusdiono Mukri]






















