Teheran, Gontornews — Komandan pasukan khusus Garda Revolusi Iran Mayor Jenderal Qassem Suleimani memperingatkan Amerika Serikat untuk tidak memulai konflik dengan Iran. Ia menyatakan hal itu menanggapi ancaman Trump awal pekan ini.
“Anda akan memulai perang ini, tapi kami akan memaksakan untuk mengakhirinya. Karena itu, Anda harus berhati-hati untuk menghina rakyat Iran dan presiden kami,” kata saluran berita Iran, Al Alam, seperti dikutip Aljazeera.
“Anda tahu kekuatan kami di kawasan dan kemampuan kami dalam perang asimetris. Kami akan bertindak dan kami akan bekerja.”
Suleimani adalah salah satu komandan militer utama Iran, memimpin pasukan elit Quds yang bertanggung jawab untuk operasi militer rahasia di luar Iran, termasuk keterlibatannya dalam perang di Suriah.
Awal pekan ini, Presiden Iran Hassan Rouhani memperingatkan rekannya di AS untuk tidak meningkatkan ketegangan dengan Iran. Ia mengatakan, konfrontasi AS dengan Republik Islam Iran akan memicu perang-perang lainnya.
Pernyataan itu disambut oleh Trump dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.
Pompeo mengecam para pemimpin agama Iran sebagai “orang suci munafik” yang katanya lebih tertarik mengisi kantong mereka dan menyebarkan pandangan garis keras ke luar Iran daripada membantu warga yang kekurangan uang.
Pompeo dan Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton telah menggunakan retorika agresif terhadap Iran sejak Trump mengundurkan diri, pada 8 Mei 2018, dari kesepakatan 2015 yang bertujuan menghentikan Iran mengembangkan senjata nuklir.
Trump men-tweet Rouhani, memperingatkan dia bahwa perang dengan AS akan menjadi bencana bagi Iran.
Menteri Luar Negeri Iran membalas tweet itu, mengejek Trump dan menyebut perilaku Trump “tidak menentu dan berbahaya”.
Ketegangan antara Iran dan AS meruncing setelah AS menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran 2015. [Rusdiono Mukri]


















