Tokyo, Gontornews — Pemerintah Jepang, Selasa (8/3/2022), mengirim rompi antipeluru dan helm dari Self-Defense Force (SDF) dalam pengiriman bantuan ke Ukraina. Pengiriman pasokan SDF mencerminkan peningkatan komitmen Jepang untuk membantu Ukraina di tengah agresi Rusia.
Selain rompi antipeluru dan helm, pemerintah Jepang juga mengirim bantuan tenda, pakaian musim dingin, makanan darurat, produk kebersihan, kamera dan generator listrik.
โKami akan mengirimkan barang dengan pesawat SDF dan melalui sarana lain sesegera mungkin,โ kata Kepala Sekretariat Kabinet, Hirokazu Matsuno, dalam keterangan persnya Selasa.
Matsuno menambahkan Jepang tidak berencana untuk menyediakan senjata. Kebijakan ini bertolak belakang dengan Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa yang mengirimkan bantuan senjata kepada Ukraina untuk meningkatkan pertahanannya.
Juru bicara utama pemerintah mengatakan bantuan itu sangat penting bagi Jepang dan keamanan nasionalnya untuk memperluas dukungan ke Ukraina. ia menambahkan serangan gencar Rusia melanggar hukum internasional dan mengguncang tatanan internasional sampai ke intinya.
Jepang, secara tegas, mengecam keras invasi Rusia karena telah merusak kedaulatan Ukraina dan integritas teritorial.
Menteri Pertahanan, Nobuo Kishi, mengatakan pengiriman bantuan pertahanan tersebut menunjukkan solidaritas Jepang bagi rakyat Ukraina.
โKetentuan itu adalah bagian dari upaya untuk membawa perdamaian dan keamanan dunia serta memenuhi tujuan dari tiga prinsip,โ kata Kishi sebagaimana dilansir Kyodo News. [Mohamad Deny Irawan]





















