Tokyo, Gontornews — Pemerintah Jepang tetap yakin bahwa pelaksanaan Olimpiade Tokyo 2020 akan tetap berjalan sesuai jadwal.
Meski demikian, Jepang mengonfirmasi bahwa lebih dari 1.000 orang terinfeksi virus korona. Mayoritas kasus virus korona berasal dari penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina Pemerintah di Pelabuhan Yokohama.
Pemerintah Jepang mengonfirmasi lima kasus baru virus korona di prefektur Yamaguchi dan Hokkaido pada Rabu (4/3).
Juru bicara pemerintah mengatakan bahwa Jepang terus mempersiapkan diri sebagai tuan rumah Olimpiade ditengah spekulasi penundaan akibat virus asal Cina tersebut.
โKami akan terus melakukan persiapan kami sambil berkoordinasi dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan komite penyelenggara,โ kata Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihude Suga sebagaimana dilansir Reuters.
Sebelumnya, Ketua IOC, Thomas Bach menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Olimpiade tersebut.
Demi mencegah penyebaran virus korona di wilayahnya, Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, meminta seluruh sekolah untuk menghentikan kegiatannya. PM Abe juga mendesak karyawan agar bekerja dari rumah serta meminta segala agenda olahraga dibatalkan atau dimainkan tanpa penonton.
Menteri Olimpiade Jepang, Seiko Hashimoto, menafsirkan pernyataan PM Abe sebagai kemungkinan penundaan Olimpiade. Meski demikian, ia tetap berkomitmen bahwa Olimpiade Tokyo bisa berjalan sesuai jadwal pada 24 Juli 2020 mendatang.
Hashimoto juga memprediksi bahwa akhir Mei bisa menjadi tanggal penting apakah keputusan apapun terkait pelaksanaan Olimpiade bisa dilaksanakan atau tidak.
Juru bicara panitia pelaksana Tokyo 2020, Masa Takaya, mengklarifikasi bahwa pihaknya tetap meyakini bahwa Olimpiade bisa berjalan sesuai jadwal. โKami telah diberitahu menteri Olimpiade bahwa saat ini olimpiade telah tampak di depan mata dan akan berjalan sesuai rencana,โ pungkas Takaya. [Mohamad Deny Irawan]




















