Berlin, Gontornews — Media lokal Jerman, Bild, Selasa (20/12/2022), melaporkan sistem pelayanan kesehatan Jerman berada dalam krisis parah. Bild juga melaporkan kejadian berlebihnya kapasitas rumah sakit dan klinik anak hingga penuh sesak, kekurangan obat penghilang rasa sakit, antibiotik hingga kelangkaan obat kanker.
Mereka menambahkan bahwa pemerintah kekurangan kalsium folinat yang diperuntukkan bagi pasien kanker kolorektal. “Kami kehabisan obat pada akhir pekan ini. Bagaimana dokter dan apoteker dapat memutuskan pasien mana yang mendapatkan obat kanker terakhir?” kata seorang apoteker di negara bagian Thuringia, Jerman bagian timur.
Asosiasi Farmasi Jerman, Phagro, dalam situsnya, mengingatkan risiko kekurangan pasokan obat-obatan secara dramatis di beberapa tempat.
Badan pengawas medis, Federal Institute for Drug and Medical Device (BfArm) menyebut penimbunan obat oleh beberapa apotek dan pedagang grosir sebagai penyebab kelangkaan obat-obatan di Jerman. Penyebab lain adalah meningkatnya angka kasus infeksi saluran pernafasan pada anak dalam beberapa waktu terakhir.
Menteri Kesehatan Jerman, Karl Lauterbach, hampir tidak memberikan garis besar untuk mereformasi rantai pasokan obat-obatan di dalam negeri.
“Kami harus mengambil obat ini untuk anak-anak di luar jumlah yang pasti, sehingga harga jualnya lebih mahal. saya akan menginstruksikan perusahaan asuransi kesehatan untuk membayar 50 persen lebih banyak dari jumlah ini,” kata Lauterbach sebagaimana dilansir Anadolu dari siaran publik ARD.
Pemerintah juga mulai menyiapkan landasan hukum, salah satunya, tentang aturan harga baru agar membuat pasokan lebih menarik secara ekonomi bagi penyedia.
Sejauh ini, BfArM menerima 330 laporan kekurangan pasokan obat. Namun, Kementerian tidak menganggap hal tersebut sebagai bagian dari kekurangan pasokan obat. [Mohamad Deny Irawan]




















