Berlin, Gontornews — Pemerintah Jerman masih menganggap kondisi saat ini sebagai kondisi tenang dari COVID-19. Mereka pun berharap dapat menggunakan waktu itu untuk melakukan uji ekstensif terkait pelayanan kesehatan masyarakat untuk beberapa minggu mendatang.
Padahal, Jerman telah melaporkan sekitar 36.508 kasus yang diikuti dengan 198 kematian. Jika dbandingkan dengan Italia, maka kondisi Jerman tidak lebih buruk dari Negeri Pizza tersebut. Sejauh ini, Italia melaporkan 74.386 kasus COVID-19 dengan 7.503 diantaranya meninggal dunia.
Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn, mengatakan bahwa jajarannya telah melakukan sektiar 300.000-500.000 tes COVId-19 dalam satu pekan terakhir.
โKondisi itu memungkinkan kami unutk bersiap lebih awal dai yang mungkin dilakukan oleh negara lain. Kami ingin menggunakan waktu ini,โ ungkap Sphan dilansir Reuters.
โNamun, kondisi ini masih tenang sebelum badai datang. Tidak ada yang bisa mengatakan apa yang akan terjadi dalam beberapa pekan ke depan,โ tambah Sphan.
Sementara itu, Presiden Robert Koch Institue, Lothar Wieler, mengatakan bahwa strategi penanganan COVID-19 di Jerman adalah memperlambat penyebaran virus dengan menguji kasus dan mengisolasi pasien. Mereka juga bersiap untuk melindungi orang-orang yang butuh perlindungan serta menggandakan kapasitas perawatan.
โKami baru memulai perang dengan epidemi virus korona. (saya memprediksi) jumlahnya akan semakin meningkat,โ pungkas Wieler. [Mohamad Deny Irawan]





















