Depok, Gontornews — Kesempurnaan mutlak milik Allah SWT semata. Namun masih banyak orangtua yang justru berkecil hati ketika anaknya terlahir dengan kondisi fisik yang ‘kurang sempurna’.
Seperti yang dialami oleh pasangan yang rupawan, ayah bunda Bella. Pasangan ini diketahui tinggal di Amerika Serikat. Nama mereka begitu viral di sosial media karena buah hatinya terkena Pfeiffer Syndrom type 2 (low chance to ‘live’).
Bella juga didiagnosa Sleep Apnea. Jadi saat tidur, otak kecil Bella lupa memerintahkan paru-parunya untuk bernapas. Sehingga Bella kerap bernapas hanya dua sampai tiga kali dalam semenit. Bahkan pernah juga selama 70 detik, Bella tidak bernapas sama sekali.
Bella tidak hanya buta dan tuli. Bella mempunyai daun telinga yang normal, tapi tak memiliki lubang. Langit-langit mulut yang langka terbelah berbentuk hati. Ia tak bisa menelan apapun. Karena itu Bella hanya bisa minum susu khusus dan disalurkan melalui selang yang tersambung ke perutnya.
Sedih memang melihat ujian yang dialami Bella beserta kedua orangtuanya. Meski begitu, para netizen begitu kagum dan malu karena ternyata, orangtua Bella adalah pasangan yang kuat dan tegar berjuang. Mereka tak henti-hentinya berdoa dan berusaha demi kesembuhan si buah hati.
Sekitar umur satu tahun, perkembangan Bella jauh diluar perkiraan tim medis. Tiba-tiba saja Bella bisa melihat sekitarnya. “Ini mukjizat Allah SWT, tidak ada yang tahu,” ujar bunda Bella di akun instagramnya @illonaillonalona.
Sekitar umur dua tahun, Bella dipasang alat khusus yang bisa membuatnya berbicara. Alat yang harusnya tidak bisa ia gunakan, karena secara medis itu tidak mungkin sebab tidak ada udara yang bisa keluar masuk dari tenggorokannya.
Kisah Bella dan kedua orangtuanya memang layak menjadi inspirasi banyak orang. Apalagi, kini banyak masyarakat yang justru malu saat anaknya tak terlahir ‘sempurna’. Belum lagi ada juga orang lain yang terbiasa mencibir keadaan tetangganya yang terkena ujian demikian.
Padahal lagi-lagi semua adalah ketetapan dari Allah SWT. Ketetapan yang tidak bisa dirubah melainkan menjadi ujian dan peringatan bagi semua orang.
Dengan demikian, sebagai pasutri yang beriman, teruslah bersyukur, usahlah mengeluh, dan teruslah ikhlas dan berikhtiar dalam menghadpi semua cobaan-Nya. Edithya Miranti





















