Jakarta, Gontornews–Umat Muslim Indonesia dan umat Muslim Tiongkok memiliki hubungan yang bersejarah.”Ternyata hubungan dengan Tiongkok dimulai pada abad 15 lalu, ketika Muslim Tiongkok berdagang, mendarat di Lasem, di Palembang. Sehingga hubungan antara Tiongkok dan kita itu sudah cukup lama,” ucap Presiden RI Joko Widodo sebagaimana dirilis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Minggu (14/05).
Kepala Biro Pers Bey Machmudin menerangkan, dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Tiongkok, Presiden Jokowi bersilaturahin dengan pengurus Masjid Niujie. Presiden bertemu dengan Imam Masjid Niujie Ali Yang Gunjun dan Ketua Asosiasi Islam Tiongkok Yang Faming.
Presiden menyampaikan apresiasi kepada keduanya atas pelayanan yang telah diberikan kepada umat Muslim Indonesia di Beijing. “Saya mengucapkan terima kasih karena umat Muslim Indonesia dilayani sangat baik,” ucap Presiden.
Presiden juga mengagumi kemegahan dan keindahan Masjid Niujie. Menurutnya, Masjid Niujie menjadi simbol kehadiran Islam sebagai agama yang ramah, toleran, dan damai.
Menurut Bey Machmudin, hal sama juga disampaikan Imam Masjid Niujie Ali Yang Gunjun. Dia mengatakan bahwa hubungan Muslim Indonesia dan muslim Tiongkok yang sudah lama menjadikan hubungan kedua negara semakin erat. “Memperat hubungan ekonomi dan dagang kedua negara,” katanya. [Muhammad Khaerul Muttaqien]

















