Riyadh, Gontornews — Wakil Ketua MPR RI Dr HM Hidayat Nur Wahid, MA bersama Wakil Ketua MPR RI Prof Dr Ir H Fadel Muhammad Al-Haddar melanjutkan diplomasi Parlemen, kembali bertemu dengan Syaikh Dr Abdullah ibn Muhammad Al ash-Sheikh, Ketua Majelis Syura Arab Saudi, di Kantor Majelis Syura Arab Saudi, Riyadh, hari Selasa (19/7) waktu setempat.
Kehadiran Hidayat yang diamanahkan sebagai ketua delegasi bersama Fadel Muhammad merupakan utusan resmi MPR RI untuk menindaklanjuti hasil pertemuan sebelumnya antara Ketua MPR RI beserta sejumlah pimpinan MPR lainnya dengan Ketua Majelis Syura Arab Saudi pada Desember 2019 untuk merealisasikan usulan inisiatif dari MPR RI terkait pembentukan Forum Majelis Syura atau MPR se-Dunia, dimulai dengan pembentukan forum tersebut di lingkungan PUIC, Parlemen-Parlemen negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI).
Di sisi lain, kunjungan ke Arab Saudi kali ini merupakan kelanjutan diplomasi Parlemen yang sehari sebelumnya dilaksanakan oleh Delegasi MPR RI di Maroko bersama Ketua Majelis Al-Nuwwab (setara DPR RI) dan Wakil Ketua Majelis Al-Mustasyarin (setara MPR RI).
Turut hadir dalam pertemuan di Riyadh tersebut Dr Mishaal bin Fahm Alsulami selaku Wakil Ketua Majelis Syura Arab Saudi, Dr Hanan bint Abdurrahim Al-Ahmadi selaku Asisten Ketua Majelis Syura Arab Saudi, Prof Muhammad bin Dakhil Al-Mutairi selaku Sekretaris Jenderal Majelis Syura Arab Saudi, serta Prof Ahmad Al-Mahmadi, Dr Iman Al-Jibrin, Ir Saleh Al-Nuzha, Dr Tariq Al-Shimri, Dr Ali Al-Ali, dan Prof Muhammad Al-Humaidhi, selaku para Anggota Komite Kerjasama Parlementer Arab Saudi-Indonesia. Turut hadir juga DutaΒ Besar RI di Saudi Arabia, Abdul Aziz.
Dalam pertemuan tersebut, Hidayat yang akrab dipanggil HNW menyampaikan pembahasan utama di hadapan ketua dan para pimpinan Majelis Syura Arab Saudi terkait tindak lanjut dan realisasi usulan pembentukan Forum Majelis Syura atau Forum MPR se-Dunia yang sebelumnya sudah didukung oleh Majelis Syura Saudi, dan kini terus mendapat tanggapan positif parlemen dari negara-negara sahabat Indonesia, seperti dukungan dari Majelis Al-Mustasyarin (setara MPRRI), dan Majelis Al-Nuwwab (setara DPR RI), maupun para pimpinan parlemen dari sejumlah negara lainnya.
HNW menyebutkan bahwa faktor penting pembentukan Forum Majelis Syura atau Forum MPR se-Dunia di antaranya konsolidasi anggota maupun lembaga-lembaga MPR maupun nama yang sejenisnya yang belum terakomodasi dalam berbagai Organisasi Keparlemenan seperti IPU, PUIC, dan lain-lainnya, agar bisa bersama dengan lembaga-lembaga global dan regional yang sudah ada, atau juga untuk menghadirkan forum agar lembaga-lembaga MPR dan nama sejenisnya agar dapat menguatkan forum-forum keparlemenan yang ada.
βSelain itu juga agar MPR dan lembaga sejenis makin berkontribusi untuk peradaban dan perdamaian dunia, demokrasi, dan kemaslahatan lainnya, dengan saling bertemu serta berbagi pengalaman dan kepedulian,β jelas HNW.
Sebagaimana dalam pertemuan awal pada Desember tahun 2019, Ketua Majelis Syura Arab Saudi kembali menyampaikan apresiasi atas inisiatif MPR RI dan kembali menyatakan dukungannya. Bahkan Β kali ini lebih kongkret menyampaikan bahwa dia dan delegasi Majelis Syura Saudi akan menghadiri prosesi deklarasi Pembentukan Forum ini sebagaimana diusulkan oleh MPR, yaitu di Bandung, pada akhir Oktober 2022. Di samping itu pertemuan tersebut juga mendiskusikan faktor-faktor yang bisa menyukseskan pembentukan forum, dengan fokus pada komitmen memperjuangkan kemaslahatan bersama terkait dengan masalah kontribusi peradaban, kemanusiaan, dan perdamaian, serta saling menguatkan forum-forum keparlemenan yang sudah ada maupun antarlembaga majelis syura dan majelis-majelis sejenis. Semua upaya tersebut agar tetap menghindari hal-hal yang bisa memecah dan atau membuat masalah, ataupun menihilkan forum-forum yang sudah ada.
Delegasi MPR Indonesia menyambut baik masukan-masukan positif dari Ketua dan Pimpinan Majelis Syura Saudi. Apalagi dengan pernyataan kesiapan mereka sebagaimana kesiapan Ketua Parlemen Maroko untuk menyukseskan pembentukan forum ini dengan mengomunikasikannya ke Parlemen-Parlemen di Negara Teluk dan lain-lainnya.
βSudah adanya Liga dan Lembaga yang mewadahi Majelis Tinggi, Majelis Syura, Senat, dan majelis-majelis sejenis di Negara-Negara Arab dan Afrika, malah bisa menjadi rujukan, dan bukti pentingnya pembentukan forum Majelis Syura atau MPR di tingkat OKI, bahkan bila disepakati forum ini bisa ditingkatkan hingga diperluas keanggotaannya ke tingkat IPU. Dan semoga prakarsa MPR RI yang merupakan pengamalan atas Pembukaan UUD NRI 1945 yang juga mendapatkan sambutan positif dari berbagai duta besar negara-negara anggota OKI di Jakarta, akan menambahkan kontribusi positif Indonesia untuk kemaslahatan dan kebaikan Parlemen-Parlemen dari kawasan Afrika dan negara-negara Arab, meluas ke anggota PUIC (negara-negara OKI), bahkan ke seluruh negara-negara di dunia (IPU),β pungkas HNW.[]






















